Maksud dari Harta dan Anak-anak adalah Fitnah
- 23 Mei 2025 08:12 WIB
- Jambi
KBRN, Jambi : Dalam kehidupan dunia, Allah SWT telah memberikan berbagai nikmat kepada manusia, di antaranya berupa harta dan keturunan. Namun dalam Al-Qur'an, Allah memperingatkan bahwa kedua hal ini juga bisa menjadi fitnah atau ujian. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya:
"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah fitnah (ujian), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar." (QS. At-Taghabun: 15)
Ustadz Ardiansyah, S. Sos, I, M. Pd. I, M. AP menyampaikan bahwa kata "fitnah" dalam ayat ini bukan berarti kejelekan, tetapi bermakna ujian atau cobaan yang Allah berikan untuk menguji keimanan dan kesabaran seorang hamba.
Makna Fitnah dalam Konteks Harta dan Anak
Harta dan anak-anak merupakan dua hal yang sangat dicintai manusia. Namun, justru karena kedekatan hati terhadap keduanya, seseorang bisa saja tergelincir. Misalnya:
Harta: Bisa membuat seseorang tamak, sombong, atau lalai dari kewajiban agama. Banyak orang rela mengorbankan akhirat demi kekayaan dunia, termasuk menipu, memanipulasi, bahkan meninggalkan shalat.
Anak-anak: Bisa menjadi penyebab seseorang melalaikan kewajiban terhadap Allah. Rasa cinta berlebih kepada anak dapat membuat orang tua lebih mendahulukan keinginan anak daripada perintah agama. Bahkan, ada yang rela melakukan yang haram demi masa depan anak.
Ujian yang Menentukan Kualitas Iman
Keberadaan harta dan anak bukanlah sesuatu yang buruk. Namun, ketika keduanya menggeser posisi Allah dalam hati seseorang, saat itulah keduanya menjadi fitnah. Maka, ujian sejatinya bukan hanya dalam bentuk musibah, tetapi juga dalam bentuk nikmat.
Beliau menekankan bahwa Allah ingin melihat bagaimana seorang hamba bersikap, apakah ia menjadikan harta dan anak sebagai jalan untuk mendekat kepada Allah atau justru sebaliknya.
Solusi: Jadikan Harta dan Anak sebagai Sarana Ibadah
Ustadz Ardiansyah mengingatkan bahwa Islam tidak melarang memiliki harta atau mencintai anak. Namun, semua itu harus diarahkan untuk kebaikan:
Gunakan harta untuk sedekah, infak, dan mendukung dakwah.
Didik anak-anak dengan nilai-nilai tauhid dan akhlak Islam.
Dengan cara ini, harta dan anak justru menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan, bukan fitnah yang menjerumuskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....