Mandi Safar Air Hitam Laut, Tradisi Jambi yang Sarat Makna

  • 12 Agt 2026 05:46 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Mandi Safar merupakan salah satu tradisi budaya yang masih dilestarikan masyarakat Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Tradisi ini dilaksanakan setiap Rabu terakhir bulan Safar dan menjadi momentum masyarakat untuk berkumpul, berdoa, serta mempererat silaturahmi.

Bagi masyarakat setempat, Mandi Safar dimaknai sebagai bentuk doa untuk memohon keselamatan dan perlindungan dari berbagai marabahaya. Tradisi ini juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.

Rangkaian Mandi Safar berlangsung selama tiga hari. Kegiatan diawali dengan munajat dan doa bersama pada hari Senin. Selanjutnya, pada hari Selasa dilakukan persiapan daun sawang atau daun mangga yang ditulisi ayat-ayat tertentu untuk digunakan dalam prosesi. Puncak kegiatan berlangsung pada Rabu pagi di Pantai Babussalam, yang biasanya diakses masyarakat menggunakan perahu atau pompong.

Pada prosesi puncak, masyarakat mengikuti mandi bersama di pantai sebagai simbol doa keselamatan dan pembersihan diri. Dalam rangkaian acara juga terdapat menara adat serta berbagai perlengkapan tradisional yang memiliki makna simbolis bagi masyarakat.

Lebih dari sekadar ritual, Mandi Safar menjadi ruang untuk memperkuat gotong royong, kebersamaan, silaturahmi, dan identitas budaya masyarakat Jambi. Persiapan hingga pelaksanaan tradisi melibatkan berbagai lapisan masyarakat sehingga nilai kebersamaan tetap terjaga.

Di tengah perkembangan zaman, keberadaan Mandi Safar menjadi pengingat pentingnya menjaga tradisi lokal. Dengan mengenalkan makna dan rangkaian acaranya kepada generasi muda, warisan budaya masyarakat Air Hitam Laut diharapkan dapat terus bertahan dan dikenal oleh masyarakat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....