Kain Kulit Kayu Terap: Warisan Tradisional Suku Anak Dalam
- 28 Jun 2026 17:09 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Di tengah perkembangan industri tekstil modern, masih terdapat warisan budaya yang mempertahankan cara berpakaian tradisional berbahan alami. Salah satunya adalah kain kulit kayu terap yang dikenal dalam kehidupan masyarakat Suku Anak Dalam di Jambi. Kain ini menjadi bukti kemampuan masyarakat adat dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pembuatan kain kulit kayu terap dilakukan dengan mengambil lapisan kulit bagian dalam dari pohon terap. Setelah dipisahkan dari kulit luarnya, bahan tersebut dipukul dan direntangkan hingga menjadi lembaran yang lebih tipis, lentur, dan nyaman digunakan. Proses ini dilakukan secara tradisional dengan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun.
Bagi Suku Anak Dalam, kain kulit kayu bukan sekadar penutup tubuh. Kain tersebut mencerminkan hubungan erat antara manusia dan alam. Pemanfaatan pohon dilakukan secara terbatas dan memperhatikan keberlangsungan hutan yang menjadi sumber kehidupan mereka. Nilai inilah yang menunjukkan kearifan lokal masyarakat adat dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Seiring perubahan zaman, penggunaan kain kulit kayu terap dalam kehidupan sehari-hari semakin jarang ditemukan. Namun, keberadaannya tetap menjadi simbol identitas budaya yang penting. Berbagai upaya pelestarian dilakukan melalui penelitian, dokumentasi budaya, hingga pengenalan kepada generasi muda agar pengetahuan tradisional ini tidak hilang ditelan waktu.
Kain kulit kayu terap merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang menunjukkan kreativitas masyarakat adat dalam memanfaatkan alam tanpa merusaknya. Warisan ini tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga mengandung pesan tentang pentingnya hidup selaras dengan lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....