Hadapi Era Digital, Museum Jambi di harapkan Gunakan Pendekatan 'New Museology'

  • 31 Mei 2026 20:14 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi – Tantangan museum di era modern menuntut perubahan strategi dalam mengelola koleksi dan menarik minat masyarakat. Pengamat permuseuman, M. Rian Indra Eftritianto, mendorong museum-museum di Jambi untuk mengadopsi konsep new museology agar tetap relevan di tengah arus digitalisasi.

Menurut Rian, museum saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode konvensional. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk seniman dan pegiat konten digital, untuk mengubah narasi museum agar lebih menarik bagi generasi milenial dan Gen Z.

"Museum yang maju adalah museum yang didatangi masyarakat secara sukarela karena mereka merasa butuh dan tertarik. Jangan terus-menerus mengandalkan undangan untuk kunjungan sekolah saja," kata Rian dalam Podcast RRI Jambi.

Sementara itu, Kurator Museum Mudzakir setuju bahwa digitalisasi adalah kunci. Ia mengungkapkan bahwa data koleksi yang valid dan narasi yang kuat adalah modal utama dalam memanfaatkan teknologi, bahkan hingga potensi penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk edukasi sejarah di masa depan. Dengan pengelolaan yang berbasis pada kebutuhan masyarakat, museum diharapkan dapat kembali menjadi jendela peradaban yang hidup bagi warga Jambi.

Transformasi menuju konsep new museology bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan agar museum di Jambi tetap relevan dan mampu beradaptasi dalam ekosistem digital, sehingga menjadi destinasi yang tak hanya menyimpan memori, tetapi juga menginspirasi inovasi masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....