Apakah Betul Sabar ada Batasnya?

  • 17 Sep 2026 11:26 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Sabar sering kali kita maknai sebagai bentuk kepasrahan saat menghadapi cobaan. Padahal, dalam sudut pandang Islam, sabar adalah sebuah tindakan aktif, sebuah bentuk daya tahan jiwa yang menuntut keteguhan hati, ketenangan pikiran, dan keikhlasan dalam menjalani setiap proses kehidupan.

Hakikat sabar sebenarnya tidak memiliki batas akhir. Ganjaran bagi orang-orang yang bersabar diberikan tanpa hitungan. Yang sering kali terbatas bukanlah nilai sabarnya itu sendiri, melainkan daya tahan fisik, emosi, dan stamina manusia dalam menampung masalah.

Dalam Kajian Mutiara Pagi Pro. 1 RRI Jambi, Ustad H. Taufik Rahman menjelaskan bahwa sabar tidak hanya diperlukan ketika musibah melanda. Sabar memiliki dimensi yang jauh lebih luas dalam kehidupan sehari-hari,

Sabar dalam Ketaatan yang berarti membutuhkan keistiqamahan untuk konsisten menjalankan perintah Allah Swt., bangun di sepertiga malam, menjaga tutur kata, serta berbuat baik meski di tengah kesibukan dan rasa lelah.

Selanjutnya sabar dalam menjauhi maksiat, memerlukan keteguhan untuk menahan diri dari godaan, hawa nafsu, dan dorongan instan yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Sabar dalam Menghadapi Takdir, Menuntut kelapangan dada saat hasil yang kita dapatkan belum sesuai dengan harapan, sambil tetap percaya bahwa rencana-Nya selalu yang terbaik.

Menanamkan sifat sabar memang butuh latihan. Saat ujian datang, ingatkan diri untuk memulainya dengan menarik napas dalam-dalam, menenangkan pikiran, dan menyerahkan segala keputusan akhir kepada Allah Swt. Sabar tidak pernah menghilangkan kekuatanmu, justru dari sanalah kedewasaan dan ketenangan sejati terpancar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....