Sikap Orangtua Berperan Penting Membangun Rasa Percaya Anak
- 14 Sep 2026 21:12 WIB
- Jambi
Poin Utama
- Anak memilih diam saat menghadapi masalah, bisa jadi bukan karena mereka tidak membutuhkan orangtua.
- Dukungan, penerimaan, dan kasih sayang dari orangtua menjadi fondasi penting.
- Menunjukkan empati dan penerimaan akan membuat anak merasa tidak sendirian saat menghadapi kesulitan.
RRI.CO.ID, Jambi - Ketika anak memilih diam saat menghadapi masalah, bisa jadi bukan karena mereka tidak membutuhkan orangtua, melainkan belum merasa cukup aman untuk bercerita. Sikap orangtua dalam percakapan sehari-hari berperan penting dalam membangun kepercayaan tersebut.
Anak-anak berkembang tidak hanya melalui keterampilan yang mereka miliki, tetapi juga melalui rasa percaya diri dan keyakinan bahwa mereka mampu menghadapi berbagai tantangan. Dukungan, penerimaan, dan kasih sayang dari orangtua menjadi fondasi penting yang membantu anak merasa aman untuk mengungkapkan pikiran maupun masalah yang sedang mereka hadapi. Beberapa hal dapat dilakukan untuk membangun kepercayaan anak terhadap orangtua, yaitu:
1. Jadilah Pendengar yang Baik
Saat anak mulai bercerita, berikan perhatian penuh tanpa terdistraksi oleh ponsel, televisi, atau pekerjaan lain. Kontak mata, bahasa tubuh yang hangat, dan respons sederhana seperti mengangguk dapat membuat anak merasa bahwa ceritanya penting.
Sering kali anak tidak langsung menceritakan inti masalahnya. Karena itu, hindari terburu-buru menyela atau langsung memberikan nasihat. Biarkan mereka menyampaikan isi hati hingga selesai agar merasa dihargai dan dipahami.
2. Hindari Reaksi yang Terlalu Keras
| Baca juga: Kacang Hijau Sumber Gizi Tinggi Protein |
Salah satu alasan terbesar anak enggan bercerita adalah karena takut dimarahi. Ketika anak mengungkapkan kesalahan atau masalah yang sedang dihadapi, usahakan tetap tenang meskipun situasinya membuat Anda khawatir atau kecewa.
Respons yang terlalu emosional dapat membuat anak berpikir bahwa bercerita hanya akan memperburuk keadaan. Sebaliknya, sikap yang tenang membantu anak merasa aman dan lebih percaya untuk terbuka di lain waktu.
3. Jangan Langsung Menghakimi atau Menyalahkan
Ketika anak menghadapi masalah, mereka membutuhkan seseorang yang mendengarkan lebih dulu, bukan seseorang yang langsung mencari siapa yang salah. Kalimat seperti "Makanya jangan begitu" atau "Sudah Mama bilang dari awal" dapat membuat anak merasa tidak didukung.
Cobalah memahami situasi dari sudut pandang anak sebelum memberikan penilaian. Dengan begitu, anak akan merasa bahwa orangtuanya berada di pihak mereka, bukan menjadi lawan yang harus dihindari.
4. Biasakan Mengobrol Tentang Hal-Hal Kecil
Keterbukaan biasanya tidak dimulai dari pembicaraan yang serius. Anak lebih mudah bercerita tentang masalah besar jika sebelumnya terbiasa berbagi cerita sederhana setiap hari.
Luangkan waktu untuk bertanya tentang aktivitas di sekolah, teman-teman mereka, atau hal menarik yang terjadi sepanjang hari. Kebiasaan mengobrol ringan ini dapat memperkuat ikatan emosional.
5. Beri Anak Kesempatan untuk Menyampaikan Pendapat
Anak yang merasa pendapatnya dihargai cenderung lebih percaya diri untuk mengungkapkan apa yang dirasakan. Libatkan mereka dalam diskusi sederhana di rumah dan dengarkan pandangan mereka dengan sungguh-sungguh.
Ketika anak melihat bahwa orangtua menghargai pikirannya, mereka akan lebih nyaman berbagi perasaan dan kekhawatiran.
6. Tunjukkan Kasih Sayang Tanpa Syarat
Anak perlu mengetahui bahwa mereka dicintai bukan karena prestasi, nilai bagus, atau perilaku sempurna, tetapi karena mereka adalah bagian dari keluarga.
Saat anak merasa dicintai apa adanya, mereka tidak akan takut kehilangan penerimaan orangtua ketika melakukan kesalahan atau menghadapi kegagalan. Rasa aman inilah yang membuat mereka lebih berani membuka diri.
7. Bantu Anak Membangun Kepercayaan Diri
Anak yang percaya pada dirinya sendiri biasanya lebih mudah mengungkapkan apa yang dirasakan. Orangtua dapat membantu membangun kepercayaan diri dengan menghargai usaha anak, mendukung minatnya, serta memberikan kesempatan untuk mencoba hal-hal baru.
Ketika anak merasa mampu menghadapi tantangan, mereka juga akan lebih berani mencari bantuan dan berbicara tentang masalah yang sedang dihadapi.
8. Jadilah Tempat yang Aman untuk Pulang dan Bercerita
Hal terpenting yang dibutuhkan anak adalah keyakinan bahwa rumah merupakan tempat yang aman bagi mereka. Anak perlu tahu bahwa apa pun yang terjadi, orangtua akan tetap mendengarkan, mendukung, dan membantu mencari solusi.
Bukan berarti orangtua harus selalu menyetujui semua tindakan anak. Namun, menunjukkan empati dan penerimaan akan membuat anak merasa tidak sendirian saat menghadapi kesulitan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....