Konsumsi Mie Instan Secara Rutin Memiliki Dampak Terhadap Kesehatan Tubuh
- 14 Sep 2026 20:37 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Mie instan adalah produk makanan olahan cepat saji berupa mi yang telah melalui proses pengukusan, penggorengan, atau pengeringan, sehingga dapat disajikan dengan cepat hanya dengan menyeduh atau merebusnya bersama air panas dan bumbu pelengkap. (Wikipedia)
Konsumsi mie instan secara rutin (misalnya setiap hari atau hampir setiap hari) tidak dianjurkan oleh dokter dan ahli gizi karena dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, terutama akibat kandungan natrium (garam) tinggi, lemak, dan rendahnya serat, protein, vitamin, serta mineral.
Alasan mie instan berisiko jika dikonsumsi rutin yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber terpercaya, mie instan termasuk makanan ultra-proses yang umumnya:
| Baca juga: Mengenal Ikan Belida Predator Purba Perairan |
1. Tinggi natrium (garam) dan lemak jenuh
2. Rendah serat, protein, vitamin, dan mineral
3. Sering dikonsumsi tanpa tambahan gizi (hanya mie + bumbu)
| Baca juga: Kacang Hijau Sumber Gizi Tinggi Protein |
Dampak utama yang dijelaskan dokter antara lain:
1. Hipertensi (tekanan darah tinggi): karena asupan natrium berlebihan memicu retensi cairan dan membebani jantung serta pembuluh darah.
2. Sindrom metabolik: penelitian mengaitkan konsumsi ≥2 bungkus/minggu dengan peningkatan risiko sindrom metabolik (kombinasi obesitas sentral, gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, dan kolesterol abnormal).
| Baca juga: Diabetes Tidak Mengerikan yang di Bayangkan |
3. Obesitas dan gangguan metabolisme: meski satu bungkus tidak otomatis bikin gemuk, pola rutin + camilan/minuman manis meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan diabetes tipe 2.
4. Gangguan pencernaan & malnutrisi: karena minim serat dan mikronutrien, konsumsi harian dapat menyebabkan konstipasi, kekurangan zat gizi mikro, dan ketidakseimbangan nutrisi jangka panjang.
Alasan lainnya, beban pada ginjal dan hati penumpukan natrium dan zat aditif (pengawet, penyedap) secara terus-menerus berpotensi memberatkan fungsi ginjal dan hati, terutama pada orang dengan penyakit kronis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....