Lembaga Penyiaran di Era AI dan Platform Digital

  • 09 Sep 2026 10:37 WIB
  •  Jambi

RRI. CO. ID, Jambi : Artificial Intelligence (AI) dan platform digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi dan menikmati hiburan. Jika dahulu radio dan televisi menjadi sumber utama informasi, kini masyarakat dapat mengakses berita, video, podcast, dan berbagai konten melalui media sosial serta platform digital kapan saja.

Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi lembaga penyiaran. Teknologi AI dapat membantu proses produksi, pengolahan audio-visual, analisis kebutuhan penonton, hingga menghadirkan penyiar virtual. Namun, pemanfaatannya tetap harus disertai tanggung jawab, verifikasi, transparansi, dan pengawasan manusia agar tidak menimbulkan hoaks, manipulasi, maupun penyalahgunaan identitas. KPI Pusat sendiri telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2026 mengenai pemanfaatan AI dalam program siaran.

Di sisi lain, kehadiran platform digital menuntut lembaga penyiaran untuk beradaptasi. Masyarakat kini menginginkan informasi yang cepat, menarik, mudah diakses, tetapi tetap akurat dan dapat dipercaya. Pembahasan perubahan UU Penyiaran juga tengah diarahkan untuk menyesuaikan regulasi dengan perkembangan internet, platform digital, dan AI.

Tanggapan Masyarakat

Mustofa – Rimbo Bujang

Menurut Mustofa, lembaga penyiaran jangan sampai kalah dengan perkembangan media digital. Radio dan televisi harus mampu mengikuti kebiasaan masyarakat, terutama generasi muda, dengan menghadirkan konten yang informatif, edukatif, dan dikemas secara kreatif.

Rudi DJ – Sengeti

Rudi DJ menilai teknologi AI sangat membantu dunia penyiaran, tetapi jangan sampai menghilangkan sentuhan manusia. Menurutnya, masyarakat tetap membutuhkan penyiar dan jurnalis yang mampu memahami kondisi sosial serta menyampaikan informasi dengan hati dan tanggung jawab.

John – Padang

Sementara itu, John berpandangan bahwa tantangan terbesar di era digital adalah menjaga kepercayaan publik. Informasi yang cepat belum tentu benar. Karena itu, lembaga penyiaran harus menjadi sumber informasi yang kredibel dan mampu membedakan fakta dengan konten hasil manipulasi digital.

Era AI dan platform digital bukan alasan bagi lembaga penyiaran untuk mundur, melainkan momentum untuk bertransformasi. Lembaga penyiaran perlu menggabungkan teknologi, kreativitas, profesionalisme, dan tanggung jawab publik.

Pada akhirnya, secanggih apa pun teknologi yang digunakan, kepercayaan masyarakat tetap menjadi modal utama. AI dapat membantu pekerjaan manusia, tetapi integritas, etika, dan tanggung jawab tetap harus berada di tangan manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....