Aktivitas Minim Risiko Cedera Efektif Menjaga Kualitas Hidup
- 08 Sep 2026 09:58 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Hari Terapi Fisik Sedunia (atau World Physical Therapy Day / World Physiotherapy Day) diperingati setiap tahun pada tanggal 8 September.
Peringatan yang jatuh pada hari ini, 8 September 2026, dipelopori oleh organisasi fisioterapi global, World Physiotherapy. Momentum ini bertujuan untuk menghargai kontribusi besar para fisioterapis di seluruh dunia dalam menjaga mobilitas, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat.
Tema Hari Terapi Fisik Sedunia 2026Tema global untuk peringatan tahun 2026 berfokus pada peran vital fisioterapi dalam penanganan dan pemulihan penyakit kardiovaskular dan stroke (cardiovascular disease and stroke).
Melalui tema ini, dunia disadarkan bahwa program terapi fisik yang tepat sangat krusial dalam:
Membantu pemulihan fungsi motorik dan kekuatan otot pasca-stroke.
Meningkatkan kapasitas kebugaran jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).
Melatih kembali kemandirian pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara aman.
Sejarah Singkat
Hari Terapi Fisik Sedunia resmi ditetapkan pada tahun 1996. Tanggal 8 September dipilih karena bertepatan dengan hari berdirinya World Confederation for Physical Therapy (sekarang dikenal sebagai World Physiotherapy) pada tahun 1951. Sejak saat itu, jutaan fisioterapis di berbagai negara memanfaatkan hari ini untuk mengampanyekan pentingnya bergerak aktif dan menjaga kesehatan fisik.
Bergerak aktif dan menjaga kesehatan fisik merupakan pondasi utama untuk meraih kualitas hidup yang optimal. Selaras dengan momentum Hari Terapi Fisik Sedunia yang diperingati setiap tanggal 8 September, kesadaran akan pentingnya mobilitas tubuh menjadi sangat krusial demi mencegah berbagai gangguan gerak dan menjaga kemandirian fisik hingga usia lanjut.
Berdasarkan panduan dari Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) dan organisasi kesehatan global, berikut adalah alasan utama mengapa Anda harus tetap aktif bergerak:
Manfaat Utama bagi Tubuh dan Pikiran
Mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM): Rutin bergerak membantu mengontrol tekanan darah, mengendalikan kadar kolesterol, serta secara efektif mencegah penyakit kronis seperti diabetes melitus, stroke, dan penyakit jantung.
Menjaga Berat Badan Ideal: Aktivitas fisik membakar kalori dan mengoptimalkan metabolisme tubuh, sehingga risiko obesitas dapat ditekan.
Memperkuat Otot dan Sendi: Latihan fisik meningkatkan kelenturan sendi, memperbaiki postur tubuh, serta menjaga kepadatan tulang untuk mencegah osteoporosis.
Kesehatan Mental yang Lebih Baik: Saat bergerak, tubuh melepaskan hormon endorfin yang berfungsi mengurangi stres, meredakan kecemasan, serta meningkatkan kualitas tidur.
Aktivitas fisik yang aman adalah aktivitas yang meminimalkan risiko cedera namun tetap efektif memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Kunci utama dari keamanan ini adalah memilih jenis latihan yang sesuai dengan tingkat kebugaran, melakukan teknik yang benar, serta mendengarkan sinyal dari tubuh sendiri.
Aktivitas low-impact (minim benturan) sangat disarankan karena memberikan tekanan yang sangat kecil pada sendi dan tulang, sehingga risiko cedera otot atau sendi sangat rendah.
Jalan Cepat (Brisk Walking): Olahraga paling mudah, gratis, dan aman untuk segala usia. Cukup lakukan di area datar dengan sepatu yang nyaman.
Berenang atau Aerobik Air: Air menopang berat badan Anda, sehingga sangat aman bagi orang yang memiliki masalah lutut, sendi, atau obesitas.
Bersepeda Statis: Bersepeda di dalam ruangan menghindari Anda dari risiko jatuh atau menabrak di jalan raya, sekaligus melatih otot kaki dengan aman.
Yoga atau Pilates: Sangat baik untuk melatih keseimbangan, kelenturan, dan kekuatan otot inti tanpa gerakan yang menghentak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....