Kolaborasi Kepolisian Internasional Merupakan Hal yang Krusial
- 07 Sep 2026 11:15 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Hari Kerja Sama Kepolisian Internasional (International Day of Police Cooperation) diperingati setiap tanggal 7 September. Hari peringatan global ini ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi 77/241 pada 16 Desember 2022 dan pertama kali dirayakan pada tahun 2023.
Peringatan ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya kolaborasi penegak hukum lintas batas—seperti kemitraan antara PBB, INTERPOL, dan kepolisian nasional seperti Polri—dalam memutus jaringan kejahatan transnasional, melindungi kelompok rentan, serta menjaga keamanan global.
Fakta Utama Hari Kerja Sama Kepolisian Internasional
Tanggal Peringatan: 7 September
Fokus Utama: Memperkuat penegakan hukum dalam memerangi kejahatan terorganisasi transnasional, perdagangan manusia, kejahatan siber, serta mempercepat penangkapan buronan internasional melalui mekanisme Police-to-Police.
Relevansi Global: Hari ini juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik (public trust) dan legitimasi polisi, terutama saat berhadapan dengan populasi yang rentan di wilayah konflik. Di Indonesia, peran diplomasi penegakan hukum internasional ini dijalankan oleh Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri melalui Sekretariat NCB-INTERPOL Indonesia, yang aktif bekerja sama dengan kepolisian negara lain untuk menangani kasus lintas batas.
Tema tahun ini – "Melindungi dari Kerentanan: Membangun Kepercayaan dan Legitimasi dalam Kepolisian" – menyoroti sebuah kenyataan pahit: Masyarakat yang kurang beruntung sering kali menderita dampak terburuk, baik dari pelanggaran hukum maupun dari tindakan kepolisian yang tidak adil.
Konflik, perubahan iklim, dan ketidaksetaraan membuat semakin banyak orang menjadi rentan di seluruh dunia, termasuk perempuan dan anak-anak, orang lanjut usia, migran, pengungsi, pengungsi internal, serta orang dengan disabilitas. Kelompok-kelompok ini lebih sering menjadi sasaran praktik perdagangan manusia, eksploitasi, dan kejahatan terorganisir, baik di dunia maya maupun di dunia nyata.
Kolaborasi kepolisian internasional merupakan hal yang krusial. Melalui sinergi lintas negara, lembaga penegak hukum dapat lebih maksimal dalam mendukung para korban dan penyintas, menangkap pelaku, melumpuhkan jaringan kriminal, dan meningkatkan keselamatan bagi semua orang. Penegak hukum juga harus memastikan legitimasinya sendiri, dengan selalu berlandaskan pada keadilan, akuntabilitas (tanggung jawab), dan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM). Setiap orang berhak mendapatkan perlindungan hukum.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....