Peringatan Meninggalnya Putri Diana
- 31 Agt 2026 16:36 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Peringatan meninggalnya Putri Diana (Princess of Wales) jatuh setiap tanggal 31 Agustus. Hari ini menandai momen tragis ketika sang putri wafat dalam kecelakaan mobil di terowongan Pont de l'Alma, Paris, pada 31 Agustus 1997 di usia 36 tahun. Setiap tahunnya, masyarakat di berbagai belahan dunia mengenang sosok yang dijuluki "The People's Princess" ini.
Lokasi dan Bentuk Penghormatan Umum
Gerbang Istana Kensington (London): Tempat tinggal resmi Diana semasa hidup. Setiap tanggal 31 Agustus, gerbang ini dipenuhi oleh rangkaian bunga, foto, pesan emosional, dan lilin dari para pelayat.
Monumen Flame of Liberty (Paris): Monumen tiruan api obor Patung Liberty di atas terowongan Pont de l'Alma menjadi situs peringatan tidak resmi bagi warga Prancis dan turis untuk meletakkan bunga.
Taman Peringatan (White Garden): Sebuah taman bunga khusus di Istana Kensington yang ditanami bunga-bunga berwarna putih favorit sang putri untuk merayakan warisan hidupnya.
Detail Peristiwa Tragis (31 Agustus 1997)
Penyebab Kecelakaan: Mobil Mercedes-Benz yang ditumpangi Diana melaju kencang untuk menghindari kejaran fotografer (paparazzi) hingga menabrak pilar beton terowongan.
Korban Jiwa: Selain Putri Diana, kekasihnya (Dodi Fayed) dan pengemudi mobil (Henri Paul) juga dinyatakan tewas di tempat. Pengawal Diana, Trevor Rees-Jones, menjadi satu-satunya korban selamat.
Hasil Investigasi Resmi: Pihak berwenang menyimpulkan bahwa sopir mengemudi dalam kondisi mabuk dan di bawah pengaruh obat resep serta melampaui batas kecepatan aman.
Meskipun telah puluhan tahun berlalu, warisan kemanusiaan dan kebaikan hati Putri Diana dalam berbagai kegiatan amal tetap hidup dan menginspirasi banyak orang di seluruh dunia.
Putri Diana dijuluki sebagai "The People's Princess" (Putri di Hati Rakyat) karena empati dan keberaniannya dalam mendobrak protokol kerajaan demi membantu sesama.
Berikut adalah beberapa aksi kemanusiaan dan kebaikan terbesar Putri Diana yang mengubah dunia:
Mengubah Stigma Negatif HIV/AIDS
Berjabat Tangan Tanpa Sarung Tangan: Pada tahun 1987, Diana membuka bangsal HIV/AIDS pertama di Inggris di London Middlesex Hospital.
Menghapus Ketakutan Dunia: Ia dengan sengaja bersalaman dan memeluk pasien HIV/AIDS tanpa pelindung apa pun. Aktivitas ini membuktikan kepada dunia bahwa penyakit tersebut tidak menular melalui sentuhan kulit biasa.
Kampanye Anti-Ranjau Darat
Berjalan di Medan Ranjau: Pada Januari 1997, Diana berjalan melewati medan ranjau aktif yang baru dibersihkan di Angola untuk menarik perhatian internasional.
Perjanjian Internasional: Aksinya ini memicu tekanan global yang berujung pada penandatanganan Perjanjian Larangan Ranjau Darat Ottawa oleh ratusan negara, beberapa bulan setelah ia wafat.
Merangkul Penderita Kusta (Lepra)
Menyentuh Luka Pasien: Diana mengunjungi rumah sakit kusta di India, Nepal, dan Zimbabwe.
Melawan Diskriminasi: Ia duduk di tempat tidur pasien, memegang tangan mereka, dan menyentuh luka mereka untuk menghapus stigma bahwa kusta adalah penyakit kutukan yang sangat menular.
Kepedulian pada Tunawisma dan Anak-Anak
Membawa William dan Harry: Diana sering mengajak kedua putranya secara rahasia mengunjungi tempat penampungan tunawisma (seperti badan amal Centrepoint). Hal ini dilakukan agar anak-anaknya memahami kehidupan nyata di luar istana.
Dukungan Rumah Sakit Anak: Ia menjadi pelindung Rumah Sakit Anak Great Ormond Street di London dan sering berkunjung di malam hari untuk menemani anak-anak yang sakit.
Melelang Gaun untuk Amal
Penggalangan Dana Besar: Hanya beberapa bulan sebelum wafatnya pada tahun 1997, Diana melelang 79 gaun malam paling ikoniknya di New York.
Hasil Penjualan: Acara tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar $5,7 juta dolar, yang seluruhnya disumbangkan untuk yayasan kanker dan AIDS.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....