Hari Danau Sedunia Setiap Tanggal 27 Agustus

  • 28 Agt 2026 11:02 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Hari Danau Sedunia (World Lake Day) diperingati secara global setiap tanggal 27 Agustus setelah ditetapkan secara resmi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Peringatan ini merupakan tonggak sejarah besar bagi diplomasi lingkungan hidup Indonesia yang bertindak sebagai inisiator utamanya.

Berikut adalah fakta penting dan sejarah di balik penetapan Hari Danau Sedunia:

Peran Penting Diplomasi IndonesiaGagasan mengenai hari peringatan ini berakar dari pelaksanaan World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali pada Mei 2024. Pemerintah Indonesia secara aktif mendorong komunitas internasional agar isu pengelolaan danau mendapat perhatian setara dengan isu sungai dan lautan. Usulan ini kemudian diajukan secara resmi oleh Indonesia ke Majelis Umum PBB dengan dukungan dari 73 negara selaku co-sponsor. PBB akhirnya mengesahkan Resolusi 79/142 tanpa pemungutan suara pada tanggal 12 Desember 2024.2.

Alasan Pemilihan Tanggal 27 Agustus

Tanggal 27 Agustus dipilih bukan tanpa alasan historis. Tanggal tersebut merujuk pada momen pelaksanaan World Lake Conference (Konferensi Danau Sedunia) yang pertama kali diadakan di Danau Biwa, Prefektur Shiga, Jepang, pada tanggal 27 Agustus 1984. Pertemuan tersebut menjadi awal mula bersatunya para ahli dunia dalam mendiskusikan keberlanjutan ekosistem danau.

Mengapa Danau Begitu Vital bagi Bumi?

Cadangan Air Tawar: Danau menyimpan sekitar 87% hingga 90% total cadangan air tawar permukaan bumi.

Nadi Kehidupan: Danau menyalurkan air minum, menopang sektor pertanian/irigasi, menghasilkan energi melalui turbin listrik, dan menggerakkan roda ekonomi.

Penjaga Iklim & Ekosistem: Berperan penting dalam menyerap air banjir, menyimpan karbon, dan menjadi habitat bagi jutaan spesies flora maupun fauna.

Ancaman dan Tema Utama Peringatan

Ekosistem danau di seluruh dunia saat ini berada dalam kondisi kritis akibat urbanisasi yang tidak terkendali, polusi limbah, eksploitasi berlebih, serta dampak nyata dari perubahan iklim. Melalui Program Lingkungan PBB (UNEP), hari peringatan ini dijadikan momentum bagi seluruh negara anggota untuk merancang kebijakan ekologis yang nyata, melakukan reboisasi daerah resapan air, serta membersihkan sempadan danau secara massal.

Di Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup merilis edaran khusus untuk menggerakkan kampanye kelestarian di lebih dari 2.000 danau nusantara demi memastikan warisan air tawar ini tetap terjaga untuk generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....