Efek Durasi Tidur Berdasarkan Ilmiah Orang Dewasa

  • 20 Agt 2026 09:55 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Tidur adalah kondisi alami saat kesadaran seseorang menurun atau hilang sementara, otot menjadi santai, dan respon terhadap lingkungan berkurang. Aktivitas ini sangat penting bagi manusia karena tubuh menggunakan waktu tidur untuk memulihkan tenaga, memperbaiki sel yang rusak, dan merapikan memori di otak. (Halodoc)

Berdasarkan bukti ilmiah, durasi tidur optimal untuk orang dewasa adalah 7–8 jam per malam. Tidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 9 jam secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan, membentuk pola hubungan berbentuk “U” antara durasi tidur dan kesehatan.

Berikut durasi tidur optimal, dampak waktu tidur terlalu singkat dan dampak tidur terlalu panjang bagi kesehatan orang dewasa yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber terpercaya dan ahli:

1. Durasi tidur optimal

=> 7–8 jam/hari adalah kisaran yang paling menguntungkan bagi kesehatan orang dewasa dan lansia menurut tinjauan sistematis dan meta-analisis.

=> National Sleep Foundation merekomendasikan 7–9 jam untuk dewasa muda (18–25 tahun) dan dewasa (26–64 tahun).

=> Sebuah studi tahun 2026 memperkirakan rentang optimal sedikit lebih spesifik: 6,5–7,8 jam untuk wanita dan 6,4–7,7 jam untuk pria.

2. Dampak tidur terlalu pendek ( Kinerja kognitif: penurunan kewaspadaan, kecepatan pemrosesan, dan memori kerja mulai terlihat di bawah 7 jam; risiko mengemudi dalam keadaan mengantuk meningkat.

=> Kesehatan kardiovaskular: peningkatan risiko penyakit jantung koroner, stroke, dan kejadian kardiovaskular secara keseluruhan.

=> Metabolik: risiko lebih tinggi untuk obesitas (terutama ≤5 jam), sindrom metabolik, dan diabetes tipe 2.

=> Mortalitas: durasi 8–9 jam), tidur berlebihan juga bukan tanda sehat:

=> Kardiovaskular & metabolik: durasi >9 jam dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner, stroke, penyakit kardiovaskular total, dan diabetes tipe 2.

=> Kognitif & fungsional: tidur ≥10 jam per malam terkait penurunan fungsi kognitif; durasi panjang juga terkait risiko depresi, jatuh, dan frailty pada lansia.

=> Mortalitas: setiap penambahan 1 jam pada “long sleepers” meningkatkan risiko kematian akibat stroke, penyakit jantung, dan diabetes sekitar 7–17%. Secara keseluruhan, tidur >9 jam meningkatkan risiko kematian semua penyebab sekitar 24% dibanding 7–8 jam.

Sebagai tambahan, pola hubungan durasi tidur-kesehatan, bukti selama >40 tahun menunjukkan hubungan berbentuk U: risiko terendah pada 7–8 jam, dan meningkat baik saat durasi memendek maupun memanjang dari kisaran ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....