Tengkuluk Jambi Bukan Hanya untuk Menutupi Kepala Bagi Wanita Melayu Jambi
- 15 Agt 2026 18:49 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Tengkuluk (atau tekuluk) adalah kain penutup kepala tradisional yang biasa dipakai oleh perempuan, khususnya dalam budaya Melayu (seperti Jambi) dan Minangkabau (sering disebut tingkuluak). Kain ini dibentuk dengan cara dililitkan di kepala tanpa jahitan dan berfungsi sebagai pelindung kepala, hiasan, serta lambang status sosial.
Pengertian lainnya, tengkuluk juga disebut takuluk atau kuluk adalah penutup kepala tradisional perempuan Melayu Jambi. Tengkuluk dibuat dari kain atau selendang yang dilipat dan dililitkan di kepala, tanpa harus menggunakan jarum atau peniti. Selain menjadi pelengkap busana, tengkuluk merupakan identitas budaya dan simbol kesahajaan perempuan Jambi.
Fungsi dan makna yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber, pada awalnya tengkuluk digunakan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain untuk:
1. Melindungi kepala dari panas matahari saat berladang atau bersawah - Membantu menahan beban yang dibawa di atas kepala.
2. Menutup dan merapikan rambut - Melengkapi pakaian dalam upacara adat, pesta, dan acara resmi.
3. Tata letaknya juga memiliki makna sosial - Dalam salah satu aturan pemakaian yang dikenal, juntaian kain di sebelah kiri menandakan pemakainya masih gadis, sedangkan juntaian di sebelah kanan menandakan perempuan yang telah bersuami.
| Baca juga: Pentas Seni TK AL Azhar Jambi 2026 |
Ragam tengkuluk
Tengkuluk memiliki banyak bentuk, lipatan, dan nama sesuai daerah serta keperluannya. Beberapa jenis yang dikenal antara lain:
1. Tengkuluk Simpul Cempaka.
2. Tengkuluk Melati Terurai.
3. Tengkuluk Bunga Jeruk.
4. Tengkuluk Tudung.
5. Tengkuluk Tengkorak, yang dikenal sebagai salah satu bentuk paling mewah. Bentuknya biasanya dipadukan dengan baju kurung atau kebaya pendek, serta kain batik dan kain tenun Jambi.
Tengkuluk bukan sekadar aksesori, melainkan “mahkota” tradisional yang mencerminkan kesopanan, keanggunan, kehormatan, dan jati diri perempuan Melayu Jambi. Tradisi ini diperkirakan telah dikenal sejak masa kerajaan Melayu, bahkan sejumlah sumber menyebut keberadaannya sejak sekitar abad ke-7.
Di masa kini, tengkuluk tetap digunakan dalam acara adat, pertunjukan budaya, pernikahan, kegiatan resmi, dan pengenalan identitas daerah. Karena itu, pelestariannya penting bagi masyarakat Jambi, termasuk generasi muda di Kota Jambi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....