Mengenal Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat

  • 13 Agt 2026 22:02 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Nilai tukar atau kurs adalah harga perbandingan antara satu mata uang dengan mata uang negara lain. Nilai ini menentukan berapa jumlah uang dari satu negara yang harus dibayar untuk mendapatkan satu unit uang dari negara lain. (Wikipedia)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memiliki dampak positif dan negatif, tergantung apakah rupiah menguat atau melemah. Sebagai gambaran, kurs BI pada 11 Agustus 2026 berada sekitar Rp17.734,88–Rp17.913,12 per US$1 untuk kurs beli–jual.

Jika rupiah menguat

Kelebihan:

1. Impor menjadi lebih murah, termasuk bahan baku, mesin, obat, dan barang elektronik.

2. Inflasi dapat lebih terkendali karena harga barang impor dan bahan baku berdenominasi dolar turun.

3. Utang pemerintah dan perusahaan dalam dolar lebih ringan ketika dikonversi ke rupiah.

4. Biaya perjalanan atau pendidikan di luar negeri berkurang bagi masyarakat Indonesia.

5. Daya beli masyarakat terhadap produk luar negeri meningkat.

Kekurangan:

1. Ekspor menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli asing sehingga daya saing eksportir Indonesia bisa menurun.

2. Pendapatan eksportir dalam rupiah berkurang ketika dolar hasil ekspor dikonversi.

3. Sektor pariwisata bisa kurang menarik bagi wisatawan asing karena biaya di Indonesia menjadi lebih mahal dalam dolar.

4. Penerimaan pelaku usaha yang memperoleh dolar dapat menurun.

Jika rupiah melemah

Kelebihan:

1. Ekspor menjadi lebih kompetitif karena produk Indonesia lebih murah bagi pembeli luar negeri.

2. Pendapatan eksportir dapat meningkat dalam rupiah jika penerimaan mereka berbentuk dolar.

3. Indonesia lebih menarik bagi wisatawan asing karena biaya lokal relatif murah bagi mereka.

4. Remitansi pekerja migran meningkat nilainya setelah dolar ditukar ke rupiah.

Kekurangan:

1. Harga barang impor naik, termasuk BBM, bahan pangan tertentu, obat, perangkat teknologi, dan mesin.

2. Inflasi meningkat, terutama bila perusahaan meneruskan kenaikan biaya impor kepada konsumen.

3. Beban utang berdenominasi dolar bertambah dalam rupiah.

4. Biaya produksi perusahaan naik jika bahan baku atau komponen berasal dari luar negeri.

5. Daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa luar negeri menurun.

Lebih dari itu, jika nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat maka berpengaruh pula terhadap perekonomian masyarakat Indonesia, hal ini tentu sudah menjadi pengalaman Indonesia ketika krisis terjadi di masa lal. Peran penting dari pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar bisa menstabilkan nilai tukar rupiah dan agar perekonomian Indonesia semakin membaik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....