Mewujudkan Generasi Berempati tanpa Perundungan

  • 10 Agt 2026 12:46 WIB
  •  Jambi

RRI. CO. ID, Jambi - Mewujudkan generasi yang berempati dan bebas dari perundungan (bullying) merupakan pijakan utama dalam membangun masyarakat yang sehat, aman, dan berkeadaban. Perundungan bukan sekadar tindakan ketidakramahan biasa, melainkan ancaman serius yang dapat merusak kesehatan mental, menurunkan rasa percaya diri, hingga merenggut masa depan generasi muda.

Wilia Wardayanti yang tergabung dalam forum Puspa Kota Jambi, bidang pemberdayaan perempuan hal ini merupakan problem bersama banyak masyarakat yang saat ini kurang empati terhadap sesama, bahkan di lingkungan sekitar kita ketika melihat ada yang di caci maki, di ejek atau lainnya, kebanyakan memilih diam bahkan membiarkan hal itu terjadi.

" nah makanya saya bersyukur sekali ketika saya terjun ke dunia pendidikan ini, ternyata ada satu ilmu yang patut kita pelajari, yaitu bidang ilmu etika dan karakter, dan hal ini sangat penting sekali kiya tanamkan pada anak-anak terlebih usia dini, bagaimana cara nya dia beretika, terus berkarakter sehingga nanti nya ia bisa mewujudkan kan rasa berempati tersebut"ujarnya

Di tengah dinamika sosial dan pesatnya perkembangan teknologi digital, bentuk perundungan kini berkembang kian kompleks, dari aksi fisik dan verbal di ruang kelas hingga perundungan siber (cyberbullying) di media sosial. Oleh karena itu, penanganan masalah ini tidak lagi cukup dengan sanksi formal, melainkan memerlukan pendekatan mendasar melalui penanaman rasa empati sejak dini.

Lebih lanjut disampaikan oleh dr. Adiati yang juga tergabung dalam forum Puspa kota Jambi yang juga merupakan salah satu pendidik di SMKN. 3 Kota Jambi, berempati itu suatu kemampuan untuk memahami, merasakan, dan menghargai pandangan serta perasaan orang lain. Ketika seorang individu memiliki empati yang kuat, ia tidak hanya mampu menahan diri dari perilaku menyakiti, tetapi juga tergerak untuk melindungi sesamanya.

" Mengembangkan generasi berempati menuntut sinergi nyata antara tiga pilar utama pendidikan: lingkungan keluarga sebagai fondasi emosional, sekolah sebagai wadah sosialisasi dan edukasi karakter, serta masyarakat sebagai kontrol sosial. "Tegasnya

Melalui pendampingan yang konsisten, edukasi emosional yang tepat, dan penciptaan ruang aman bagi anak untuk mengekspresikan diri, kita dapat mengikis budaya perundungan hingga ke akarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....