Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Diperingati pada 10 Agustus

  • 10 Agt 2026 13:17 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) diperingati setiap tanggal 10 Agustus di Indonesia. Peringatan ini bertujuan untuk menghargai keberhasilan dan memacu semangat inovasi, ilmu pengetahuan, serta kemandirian teknologi anak bangsa.

Sejarah Singkat

Tonggak Sejarah: Berakar dari penerbangan perdana pesawat N-250 Gatotkaca pada 10 Agustus 1995 di Bandung.

Karya Anak Bangsa: Pesawat turboprop tersebut didesain langsung oleh B.J. Habibie bersama komunitas iptek nasional.

Keputusan Resmi: Ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 71 Tahun 1995 oleh Pemerintah Indonesia.

Hakteknas ke-31 (Tahun 2026)

Pada peringatan tahun ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyelenggarakan beberapa agenda strategis:

Indonesia Innovator Award: Pemberian Anugerah Talenta Unggul kepada para inovator nasional.

Indonesia Innovator Award 2026 diberikan kepada pakar baterai Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Dr. Eng. Ir. Agus Purwanto, S.T., M.T., oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-31.

Detail Penghargaan dan Pemenang

Penerima Penghargaan: Prof. Dr. Eng. Ir. Agus Purwanto, S.T., M.T. (Kepala Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Teknologi Penyimpanan Energi Listrik UNS).

Bidang Inovasi: Teknologi pembentukan nanopartikel, metode spray pyrolysis, dan pengembangan serta hilirisasi baterai lithium di Indonesia.

Penyelenggara: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Momentum: Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-31 yang jatuh pada 10 Agustus 2026.

Rangkaian Acara Pendukung

Indonesia Innovator Lecture 2026: Disampaikan oleh Dr. Eng. Ir. Aditya Farhan Arif mengenai transformasi penguasaan teknologi baterai.

Kuliah umum Indonesia Innovator Lecture 2026 disampaikan oleh Dr. Eng. Ir. Aditya Farhan Arif, yang merupakan Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia (Indonesia Battery Corporation/IBC). Acara ini diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada 10 Agustus 2026 di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-31.

Topik Utama Kuliah Umum

Transformasi Teknologi: Strategi mengubah penguasaan teknologi baterai dari skala laboratorium dan riset pertambangan menjadi industri manufaktur.

Ekosistem Kendaraan Listrik: Pengembangan ekosistem Electric Vehicle (EV) yang terintegrasi secara nasional.

Episentrum Global: Menempatkan Indonesia sebagai pusat dunia bagi industri baterai berbasis nikel dengan memanfaatkan sumber daya dalam negeri.

Peningkatan Nilai Tambah: Memperkuat penguasaan teknologi serta kapasitas industri lokal, sehingga tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah.

Profil Singkat Orator (Dr. Eng. Ir. Aditya Farhan Arif)

Jabatan Saat Ini: Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia (IBC).

Latar Belakang Akademis: Meraih gelar Doctor of Engineering (PhD) dari Hiroshima University, Jepang, dengan fokus riset pada nanostrukturisasi material maju dan efisiensi penyimpanan energi elektrokimia.

Pengalaman Komersialisasi: Terlibat dalam industrialisasi katalis nasional, pengolahan logam tanah jarang, proses manufaktur end-to-end HPAL hingga baterai NMC, serta pengembangan awal fuel cell electric vehicle (FCEV) Toyota.

Peluncuran Program PRIMA: Peresmian Program Riset Kebijakan Pembangunan Merah Putih sebagai sinkronisasi riset terapan lintas sektoral.

Program Riset Kebijakan Pembangunan Merah Putih (PRIMA) secara resmi diresmikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada 10 Agustus 2026. Peluncuran program ini dilaksanakan bertepatan dengan perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-31 di Jakarta.

Karakteristik Utama Program PRIMA

Fokus Utama: Bertindak sebagai program sinergi riset nasional dan sinkronisasi kebijakan pembangunan.

Skema Pendanaan: Didukung penuh melalui skema RISPRO (Riset Proaktif) Invitasi hasil kolaborasi BRIN dan LPDP.

Output Strategis: Menghasilkan riset terapan lintas sektoral yang berfungsi sebagai basis pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policy) oleh pemerintah.

Implementasi dan Target Capaian

Kolaborasi Kementerian: Topik riset dihimpun langsung melalui forum bersama para sekretaris jenderal kementerian guna mengidentifikasi kebutuhan nyata di lapangan.

Agenda 2026: BRIN telah menyiapkan 177 topik riset kebijakan pembangunan siap jalan untuk mendukung program kerja prioritas nasional.

Integrasi Sektoral: Menjembatani kesenjangan antara hasil riset laboratorium, kesiapan industri, dan regulasi hukum pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....