Menjaga Batas Diri di tengah hiruk pikuk dunia digital
- 09 Agt 2026 07:35 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Di era digital, teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Melalui internet dan media sosial, masyarakat dapat berkomunikasi, bekerja, belajar, hingga memperoleh berbagai informasi hanya dalam hitungan detik.
Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, terdapat tantangan yang tidak kalah besar. Arus informasi yang terus mengalir, tuntutan untuk selalu terhubung, serta paparan beragam konten dapat memengaruhi cara seseorang berpikir dan berperilaku, bahkan berdampak terhadap kondisi kesehatan mental.
Oleh karena itu, kemampuan menjaga batas diri di ruang digital menjadi hal yang penting. Penggunaan teknologi perlu dilakukan secara bijak agar manfaatnya dapat dirasakan tanpa membuat seseorang kehilangan waktu untuk beristirahat, berinteraksi secara langsung, maupun menjalani aktivitas di dunia nyata.
| Baca juga: Ilmu yang Wajib di Pelajari |
Salah seorang mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah UIN STS Jambi, Indah Juliantika, mengatakan menjaga batas diri di dunia digital sangat penting. Menurutnya, menjaga batas diri berarti mampu mengendalikan penggunaan teknologi agar tetap seimbang dan tidak sampai menguasai kehidupan sehari-hari.
“Kalau versi saya, menjaga batas diri di dunia digital itu sangat penting, karena berarti kita mampu mengendalikan cara kita menggunakan teknologi agar tetap seimbang dan tidak menguasai kehidupan,” ujarnya.
Indah menambahkan, salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah mengatur waktu penggunaan gawai. Tidak semua notifikasi harus segera dibalas dan tidak setiap waktu luang harus diisi dengan berselancar di media sosial.
| Baca juga: Cara Sehat Lepas Stres usai Bekerja |
“Kita juga membutuhkan waktu untuk beristirahat dari layar. Hal ini dapat membantu menjaga fokus, kualitas tidur, dan kesehatan mental,” katanya.
Sementara itu, mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah UIN STS Jambi lainnya, Riska Dianti, menilai menjaga batas diri di ruang digital juga berkaitan dengan kemampuan memilih informasi yang dikonsumsi.
Menurutnya, tidak semua konten yang tersedia di internet memberikan manfaat. Masyarakat perlu lebih selektif karena terdapat informasi yang menyesatkan, provokatif, maupun konten yang dapat memicu kecemasan.
Karena itu, penggunaan teknologi dan media sosial sebaiknya disertai dengan kesadaran, pengendalian diri, serta kemampuan memilah informasi. Dengan demikian, ruang digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk belajar, berkomunikasi, dan memperoleh informasi tanpa mengabaikan keseimbangan kehidupan sehari-hari.
Menjaga batas diri di dunia digital bukan berarti harus menjauhi teknologi, melainkan menggunakannya secara sadar dan sesuai kebutuhan. Dengan membatasi waktu layar, menyaring informasi, serta memberikan ruang untuk beristirahat dan beraktivitas di dunia nyata, masyarakat dapat memperoleh manfaat teknologi sekaligus menjaga kualitas hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....