Indonesia Harus Siap Menghadapi El Nino yang Lebih Kuat
- 03 Agt 2026 10:24 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - El Niño adalah fenomena pemanasan suhu permukaan air laut di atas normal yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Fenomena ini menyebabkan berkurangnya curah hujan, musim kemarau yang lebih panjang, dan suhu udara yang terasa lebih panas.
Godzilla El Nino adalah sebutan populer untuk El Nino yang sangat kuat; ini bukan istilah ilmiah resmi, melainkan cara mudah menjelaskan El Nino ekstrem yang berdampak luas pada cuaca dan musim hujan. Fenomena ini biasanya membuat hujan berkurang di Indonesia, memperpanjang musim kemarau, dan meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan.
Secara singkat, El Nino terjadi saat suhu muka laut di Pasifik tengah hingga timur menghangat di atas normal, sehingga pusat pembentukan awan bergeser menjauh dari Indonesia. Akibatnya, pasokan uap air ke wilayah Indonesia menurun dan curah hujan cenderung turun.
Julukan “Godzilla” dipakai untuk menggambarkan El Nino yang sangat besar atau sangat ekstrem, umumnya ketika anomali suhu lautnya jauh lebih tinggi dari biasanya. Beberapa sumber menyebut istilah ini dipopulerkan oleh ilmuwan NASA untuk membedakan El Nino biasa dari yang sangat kuat.
Disarikan dari berbagai sumber terpercaya, dampak El Nino di Indonesia sebagai berikut:
1. Kemarau lebih panjang dan kering.
2. Risiko kekeringan meningkat.
3. Kebakaran hutan dan lahan lebih mudah terjadi.
4. Sektor pertanian dan ketersediaan air bisa terganggu.
Hal penting untuk diingat bahwa “Godzilla El Nino” bukan nama jenis El Nino baru, melainkan label populer untuk kejadian yang sangat kuat dan harus diwaspadai. Intensitasnya juga bisa dipengaruhi oleh kondisi lain seperti IOD positif, yang dapat memperburuk pengurangan hujan di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....