Nikmatnya Gorengan dan Sisi Kesehatan
- 03 Agt 2026 10:01 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Pengen menikmati gorengan memang sulit ditolak. Camilan yang satu ini sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia dan mudah ditemukan di berbagai tempat, mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran. Bakwan, tahu isi, tempe goreng, risoles, hingga pisang goreng selalu menjadi pilihan favorit berkat cita rasanya yang gurih, teksturnya yang renyah, serta harganya yang terjangkau. Tak heran jika gorengan sering menjadi teman minum kopi atau teh, terutama pada sore hari.
Di balik kelezatannya, gorengan juga menyimpan risiko bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Proses memasak dengan metode deep frying membuat makanan menyerap banyak minyak sehingga kandungan lemak dan kalorinya meningkat. Risiko tersebut akan semakin besar apabila minyak goreng digunakan berulang kali. Minyak yang dipanaskan berkali-kali dapat mengalami perubahan kimia yang menghasilkan senyawa berbahaya, meningkatkan kadar lemak jenuh dan lemak trans, serta memicu naiknya kolesterol jahat (LDL).
Kadar LDL yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, dan gangguan pembuluh darah lainnya. Selain itu, konsumsi gorengan secara berlebihan juga dapat meningkatkan asupan kalori harian, yang dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan obesitas, resistensi insulin, hingga diabetes tipe 2. Bagi sebagian orang, gorengan juga dapat memicu gangguan pencernaan seperti perut kembung atau naiknya asam lambung.
Meski demikian, bukan berarti gorengan harus dihindari sepenuhnya. Masyarakat tetap bisa menikmatinya dengan cara yang lebih sehat. Salah satunya adalah menggunakan alat penggoreng tanpa minyak (air fryer) atau teknik memanggang untuk mengurangi penggunaan minyak. Jika tetap menggoreng secara konvensional, gunakan minyak yang masih segar dan hindari pemakaian minyak secara berulang. Setelah matang, tiriskan atau serap sisa minyak menggunakan tisu makanan agar kandungan minyak berlebih dapat berkurang.
Selain itu, batasi konsumsi gorengan sekitar satu hingga dua potong dalam sekali makan dan tidak menjadikannya sebagai camilan setiap hari. Imbangi dengan pola makan bergizi seimbang yang kaya sayur, buah, biji-bijian, serta sumber protein tanpa lemak. Dengan cara tersebut, gorengan tetap bisa dinikmati sebagai bagian dari kuliner khas Indonesia tanpa mengabaikan kesehatan tubuh. Kuncinya bukan pada pantangan, melainkan pada kebiasaan mengonsumsi secara bijak dan tidak berlebihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....