Otak Otak Makanan Tradisional Pesisir Suamtera Selatan

  • 24 Jul 2026 14:36 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Otak-otak diperkirakan berasal dari Palembang, Sumatra Selatan, dan merupakan warisan kuliner masyarakat pesisir di kawasan Selat Malaka sejak masa Kesultanan Palembang Darussalam. Hidangan ini lahir dari kreativitas masyarakat memanfaatkan hasil laut yang melimpah, khususnya ikan tenggiri, yang kemudian dibumbui, dibungkus daun pisang, dan dipanggang.

Asal-Usul Nama "Otak-Otak"Meskipun dinamakan otak-otak, makanan ini sama sekali tidak menggunakan otak hewan sebagai bahannya. Penamaan ini didasarkan pada karakteristik fisik makanan tersebut:

Warna dan Tekstur: Sebelum dibakar, adonan ikan tenggiri yang dicampur santan dan tepung tapioka ini berwarna putih pucat, bertekstur sangat lembut, dan kenyal.

Kemiripan Visual: Penampilan adonan mentah yang lembut dan berwarna putih keabu-abuan tersebut dinilai menyerupai bentuk dan tekstur otak.

Perkembangan dan Variasi Regional

Dari Palembang, kuliner ini menyebar luas ke berbagai wilayah pesisir Sumatra, Kepulauan Riau, hingga Pulau Jawa, bahkan menyeberang ke Malaysia dan Singapura. Setiap daerah mengembangkan ciri khasnya masing-masing, terutama pada saus pendampingnya:

Otak-Otak Palembang: Menggunakan ikan tenggiri segar dan disajikan bersama saus cuko yang asam, manis, dan pedas khas Palembang.

Otak-Otak Jakarta/Sunda: Biasanya dibakar dengan aroma daun pisang yang kuat dan disajikan bersama saus kacang yang kental dan gurih.

Otak-Otak Kepulauan Riau (Tanjungpinang): Memiliki adonan berwarna kemerahan karena dicampur dengan rempah pedas dan cabai sebelum dibakar.

Otak-Otak Bandeng Gresik: Variasi unik dari Jawa Timur yang tidak dibungkus memanjang, melainkan daging ikan bandeng dikeluarkan, dihaluskan bersama bumbu, lalu dimasukkan kembali ke dalam kulit ikan utuh sebelum dikukus atau dibakar.

Kini, otak-otak telah bertransformasi dari sekadar makanan tradisional pesisir menjadi camilan populer yang mudah ditemukan di restoran seafood, dipasarkan sebagai produk beku (frozen food), hingga dijajakan oleh pedagang kaki lima.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....