Tubuh Perlu Asupan namun Tetap Sesuai Porsinya
- 19 Jul 2026 09:22 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Gula adalah karbohidrat sederhana yang berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh. Istilah ini umumnya merujuk pada sukrosa (gula pasir) yang diekstrak dari tebu atau bit gula. Selain sukrosa, terdapat jenis gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang secara alami ditemukan pada buah dan susu. (Wikipedia)
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI merekomendasikan batas konsumsi gula harian maksimal 50 gram (setara 4 sendok makan) per orang per hari. Pedoman ini dikenal dengan rumus "G4 G1 L5" yang mengatur batas aman untuk gula, garam, dan lemak harian Anda.
Fakta tubuh yang kekurangan asupan gula terutama berkaitan dengan hipoglikemia atau gula darah rendah, yang bisa membuat tubuh kekurangan energi. Gejalanya antara lain lapar berlebih, gemetar, berkeringat dingin, pusing, jantung berdebar, cemas, sulit konsentrasi, lemas, dan pada kondisi berat bisa kebingungan, kejang, sampai pingsan.
Dirangkum dari berbagai sumber terpercaya, berikut tanda-tanda yang sering muncul ketika tubuh kekurangan asupan gula:
1. Lapar mendadak atau berlebihan.
2. Gemetar, keringat dingin, dan jantung berdebar.
| Baca juga: Manfaat yang jarang diketahui dari Air Tajin |
3. Pusing, sakit kepala ringan, dan tubuh terasa lemas.
4. Sulit fokus, mudah marah, gelisah, atau cemas.
5. Pandangan kabur atau buram pada sebagian orang.
Pada kenyataannya, kalau gula darah terus turun, otak bisa kekurangan glukosa dan muncullah gejala lebih serius seperti bicara melantur, sulit berjalan, kejang, pingsan, atau tidak sadar. Kondisi ini termasuk darurat medis dan perlu penanganan cepat.
Hal yang tak kalah penting, gula bukan berarti harus dikonsumsi berlebihan, tetapi tubuh memang tetap butuh glukosa sebagai sumber energi utama, terutama untuk otak dan otot. Kalau keluhan sering muncul, terutama setelah telat makan atau saat sedang diet ketat, sebaiknya evaluasi pola makan dan pertimbangkan cek gula darah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....