Bukan Sekadar Gelar: Apa Sih Sebenarnya Tugas Duta Gender?

  • 14 Jul 2026 23:31 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi- Bagi sebagian orang, melihat seorang Duta Gender berdiri di atas panggung dengan selempang yang melintang di dada dan senyum yang merekah adalah sebuah pemandangan yang indah. Namun di balik itu Terdapat Amanah yang sangat luar biasa, Perjalanan untuk menjadi seorang Duta Gender datang dari DEDE ASNAZELA Seorang Mahasiswi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Fakultas Adab dan Humaniora.

saat di tanya pada siaran pengarusutamaan gender Pro.1 RRI Jambi mengenai motivasi dan inspirasi nya menjadi seorang duta gender ,"Awalnya saya Adalah seorang mahasiswi yang jarang sekali mengikuti organisasi dan dulu saya orang nya introvert, jadi tujuannya kuliah itu focus belajar, datang belajar trus pulang, tapi karna di prodi saya ( Perpustakaan )banyak teman difabel dan saya tertarik dengan komunikasi mereka, gimana mereka berpendidikan, berkomunikasi dengan semua keterbatasan mereka, dan akhirnya bergabung Bersama komunitas dan belajar banyak hal-hal baru terutama Bahasa isyarat,Ungkapnya

Lebih lanjut ia menjelaskan Tugas dan tanggung jawab Duta Gender, Tugas utama adalah mendemistifikasi isu ini. Mereka harus mampu mengemas konsep-konsep seperti kesetaraan gender, stereotip, patriarki, hingga kekerasan berbasis gender menjadi obrolan sehari-hari yang mudah dipahami oleh teman sebaya, keluarga, maupun masyarakat luas.Kemudian Menginisiasi Kampanye dan Edukasi Nyata seperti meliputi:

  • Edukasi Publik: Membuat konten edukatif di media sosial, mengadakan workshop, atau menjadi pembicara dalam diskusi publik.
  • Kampanye Kreatif: Menyuarakan isu-isu penting—seperti penghapusan kekerasan seksual, pentingnya pembagian peran yang adil di rumah, hingga ruang aman di tempat kerja/sekolah—melalui pendekatan yang relevan dengan gen-Z dan milenial.

Serta Menjadi Safe Space dan Pendengar yang Empatis

Sering kali, korban diskriminasi atau kekerasan berbasis gender bingung harus mengadu ke mana. Kehadiran Duta Gender di suatu lingkungan (sekolah, kampus, atau komunitas) berfungsi sebagai jembatan. Mereka bertugas menjadi pendengar yang aman tanpa menghakimi (safe space), sekaligus mengarahkan korban ke lembaga atau pihak profesional yang bisa menangani kasus tersebut secara hukum atau psikologis.

- Mendobrak Stereotip dari Diri Sendiri

Kamu tidak bisa menyuarakan kesetaraan jika perilakumu sendiri masih memelihara bias. Duta Gender bertugas menjadi role model. Mereka harus menunjukkan bahwa gender tidak membatasi potensi seseorang. Laki-laki boleh mengekspresikan emosi dan peduli pada isu domestik, sementara perempuan berhak memimpin dan mengambil keputusan krusial.

- Advokasi Kebijakan yang Inklusif

Di tingkat yang lebih strategis, Duta Gender bertugas memberikan masukan kepada pembuat kebijakan (baik itu birokrasi kampus, manajemen perusahaan, atau pemerintah daerah) untuk menciptakan regulasi yang sensitif gender. Misalnya, mendorong penyediaan fasilitas ruang laktasi, kebijakan cuti melahirkan/kebersamaan orang tua yang adil, hingga SOP penanganan pelecehan seksual yang tegas.

Diakhir ia menegaskan Selempang Duta Gender akan menjadi usang dan berdebu setelah masa jabatan berakhir, namun dampak dari edukasi, keberanian mendobrak stigma, dan ruang aman yang mereka ciptakan akan terus hidup di tengah masyarakat. Gelar hanyalah pintu masuk; kerja nyatalah yang menentukan perubahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....