Hari Pelaut Sedunia Diperingati setiap Tanggal 25 Juni
- 25 Jun 2026 14:24 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Hari Pelaut Sedunia diperingati setiap tanggal 25 Juni. Ditetapkan secara resmi oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO) sejak tahun 2010, hari peringatan ini bertujuan untuk memberikan penghormatan atas kontribusi besar para pelaut terhadap perdagangan internasional, perekonomian dunia, dan masyarakat global.
Berikut adalah rangkuman terkait peringatan Hari Pelaut Sedunia yang perlu Anda ketahui:
Tema Global: Tema Hari Pelaut Sedunia adalah "Carrying World Trade, Carrying the Risks". Tema ini menyoroti berbagai risiko dan pengorbanan yang dihadapi para pelaut dalam menjaga kelancaran rantai pasok dan perdagangan dunia.
Peran Vital: Sekitar 90% total volume perdagangan dunia diangkut melalui jalur laut. Tanpa jasa para pelaut, kebutuhan pokok masyarakat dunia seperti makanan, obat-obatan, dan BBM akan terputus.
Peringatan di Indonesia: Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengangkat tema "Laut Hebat, Maritim Kuat" dengan berbagai rangkaian acara yang berpusat di Jakarta, termasuk pameran, sarasehan, dan kegiatan fun walk.
Kampanye Hari Pelaut tahun ini menyoroti kesulitan, tekanan, dan risiko kehidupan di laut, terutama di daerah berisiko tinggi dan yang terkena dampak konflik, sekaligus menggarisbawahi peran penting para pelaut dalam menjaga kelancaran perdagangan global.
Berpusat pada kalimat “Menjalankan perdagangan dunia. Menanggung risiko”, hal ini menekankan bahwa kontribusi vital mereka seringkali tetap tidak terlihat meskipun dalam kondisi sulit dan berbahaya.
Tujuannya adalah untuk mengakui kontribusi mereka sekaligus menyadari risiko dan pengorbanan di baliknya.
Pesan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Manuel de Oliveira Guterres di Hari Pelaut Sedunia 2026
Hampir 90 persen dari semua barang dan komoditas – mulai dari makanan hingga obat-obatan hingga energi – sampai kepada kita melalui laut. Kapal dan pelautlah yang menjaga dunia tetap berjalan.
Tetapi ketika negara-negara berkonflik, pelaut sering kali terjebak di tengah baku tembak. Peristiwa baru-baru ini di Selat Hormuz telah menyebabkan puluhan ribu pelaut terdampar saat mereka bekerja jauh dari rumah untuk menjaga dunia tetap terlayani dan tercukupi kebutuhan pangannya.
Tema tahun ini – “Mengangkut perdagangan dunia. Menanggung risiko.” – mengingatkan kita bahwa pelaut tidak boleh pernah menjadi korban atau pion konflik geopolitik. Pemerintah dan industri memiliki tanggung jawab untuk mendukung dan melindungi pelaut, dengan menegakkan standar kerja, menghormati hukum internasional, dan memastikan pelaut di mana pun tetap aman dari bahaya.
Orang-orang yang tinggal di darat seringkali “buta laut”, tidak menyadari pentingnya pelayaran sampai krisis terjadi. Pada Hari Pelaut Internasional ini, mari kita hormati keberanian dan keterampilan para pelaut, dan berdiri bersama mereka untuk menghadapi semua badai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....