Selama 52 Tahun Jambi telah Kehilangan sekitar 2,5 juta Hektare Hutan
- 22 Jun 2026 12:41 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Hutan hujan di Jambi merupakan bagian penting dari ekosistem hutan hujan tropis Sumatra yang kaya akan keanekaragaman hayati, namun saat ini sedang menghadapi krisis ekologis serius akibat deforestasi. Berdasarkan data lembaga lingkungan KKI WARSI, dalam kurun waktu 52 tahun terakhir Jambi telah kehilangan sekitar 2,5 juta hektare hutan. Saat ini, tutupan hutan yang tersisa di Provinsi Jambi hanya berkisar 929.899 hektare atau sekitar 18,54% dari total luas daratannya.
Kawasan Hutan Hujan Utama di Jambi
Sisa-sisa hutan hujan tropis Jambi yang sangat berharga dilindungi di beberapa kawasan taman nasional dan wilayah restorasi ekosistem berikut:
Hutan Harapan (PT REKI): Kawasan ini merupakan konsesi Restorasi Ekosistem pertama di Indonesia yang membentang seluas 98.555 hektare di perbatasan Jambi dan Sumatra Selatan. Hutan Harapan menjadi rumah bagi 20% keanekaragaman hayati tersisa di Pulau Sumatra dan dilintasi oleh empat sungai utama (Sungai Lalan, Kandang, Batang Kapas, dan Meranti).
Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD): Kawasan ini merupakan keterwakilan hutan hujan tropis dataran rendah di Jambi. Bagian utaranya merupakan hutan primer yang murni. Hutan ini menjadi sumber penghidupan dan ruang kultural bagi komunitas adat Orang Rimba (Suku Anak Dalam).
Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBTP): Memiliki luas sekitar 144 ribu hektare di wilayah Jambi dan Riau. Hutan hujan tropis berbukit ini terpisah dari Pegunungan Bukit Barisan dan menjadi habitat flora-fauna langka seperti kemenyan, kabau tupai, harimau sumatra, dan orangutan.
Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS): Taman nasional terbesar di Sumatra yang sebagian wilayahnya masuk ke Jambi, melindungi hutan hujan pegunungan dan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.
Ancaman dan Tantangan KelestarianKondisi hutan hujan di Jambi terus mengalami tekanan akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim:
Alih Fungsi Lahan (Deforestasi): Sebagian besar tutupan hutan hilang karena dikonversi menjadi lahan pertanian dan perkebunan kelapa sawit skala besar.
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla): Cuaca panas ekstrem, kelembapan rendah saat musim kemarau, dan fenomena El Niño memicu karhutla hebat yang merusak ekosistem.
Dampak Lingkungan: Kehilangan hutan memicu krisis ekologis nyata seperti ancaman banjir bandang di sepanjang aliran Sungai Batanghari saat musim hujan akibat berkurangnya daerah resapan air.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....