Buah Kepel: Si Buah Bangsawan yang Menjadi Parfum Alami

  • 10 Mei 2026 22:32 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi – Indonesia dianugerahi kekayaan hayati yang luar biasa, salah satunya adalah Buah kepel (Stelechocarous burahol). Buah yang kini mulai langka ini bukan sekadar tanaman biasa, melainkan memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan tradisi keraton di Jawa.

Identitas dan Ciri Khas

Buah Kepel memiliki bentuk bulat lonjong dengan ukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa itulah alasan mengapa buah ini dinamakan "Kepel". Kulit buahnya berwarna cokelat kusam, namun di balik kulitnya yang sederhana, terdapat daging buah berwarna oranye kecokelatan yang memiliki rasa manis legit yang unik, menyerupai perpaduan antara buah mangga dan pepaya.

Buah Favorit Putri Keraton

Dahulu, buah Kepel merupakan pohon yang wajib ada di lingkungan keraton di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Buah ini menjadi konsumsi favorit para putri raja karena khasiatnya yang luar biasa. Konon, dengan mengonsumsi buah ini secara rutin, keringat, napas, bahkan urine seseorang akan beraroma wangi bunga mawar atau cendana. Inilah yang membuat Kepel dijuluki sebagai "Parfum Alami".

Khasiat bagi Kesehatan

Selain sebagai pengharum tubuh alami, penelitian modern menunjukkan bahwa buah Kepel mengandung senyawa yang bermanfaat bagi tubuh:

Diuretik: Membantu memperlancar pembuangan urine.

Antioxidant: Kaya akan flavonoid yang membantu menangkal radikal bebas.

Kecantikan: Dipercaya dapat membantu mencerahkan kulit dari dalam.

Kesimpulannya Populasi pohon Kepel saat ini semakin menurun. Hal ini disebabkan oleh masa pertumbuhan pohon yang cukup lambat dan kurangnya minat masyarakat untuk membudidayakannya secara komersial. Padahal, pohon Kepel memiliki nilai estetika yang tinggi dengan daun muda yang berwarna merah keunguan, sehingga sangat cocok dijadikan tanaman hias di pekarangan.
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....