Kesetaraan Gender di Perguruan Tinggi saat ini Setara atau Masih Bias
- 04 Mei 2026 14:59 WIB
- Jambi
RRI. CO. ID, Jambi - Kesetaraan gender merupakan isu penting dalam dunia pendidikan,termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Dalam beberapa dekade terakhir, berbagai upaya telah dilakukan untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi semua gender. Hasilnya, partisipasi perempuan di perguruan tinggi meningkat secara signifikan, bahkan di beberapa bidang jumlahnya telah menyamai atau melampaui laki-laki.
Hal ini sering dianggap sebagai indikator bahwa kesetaraan gender telah tercapai namun dibalik peningkatan tersebut muncul pertanyaan kritis Apakah kesetaraan gender di perguruan tinggi benar-benar sudah terwujud secara menyeluruh atau masih terdapat bias yang tersembunyi?
Dr. Yurni, M. Si salah satu Dosen di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Batanghari Jambi Mengatakan,
"Kalau bicara kesetaraan gender ini, bukan masalah banyak nya jumlah antara laki-laki dan wanita, tapi kita bicara kesempatan, perlindungan, bagaimana peluang-peluang itu diberikan sama, kalau saya rasakan kalau di lingkungan pendidikan tinggi pada umumnya, tidak dipungkiri masih ada ketimpangan-ketimpangan, seperti kasus yang terjadi di perguruan tinggi, mahasiswi yang tidak berani menyuarakan hal nya, mahasiswa di tuntut lebih kuat, maju di depan menjadi leader, padahal dia tidak mampu dan fasyen nya ngga di situ nah gitu" Ungkap nya.
Artinya kesetaraan tidak hanya diukur dari jumlah partisipasi tapi juga dari pengalaman kesempatan dan perlakuan yang diterima oleh setiap individu di lingkungan akademik masih adanya stereotip gender ketimpangan dalam kepemimpinan serta berbagai bentuk bias menunjukkan bahwa persoalan ini belum sepenuhnya selesai.
Dalam kesempatan yang sama ia pun memberi contoh atau Langkah konkrit yang dilakukan secara nyata di perguruan tinggi atau lingkungan kampus, yaitu kebijakan kampus yang jelas dan tegas, kemudian mengadakan pelatihan kesadaran gender dan juga kesetaraan dalam proses akademik ya kemudian mendorong representasi di posisi kepemimpinan,kemudian menghapus stereotip dalam pilihan jurusan, pengumpulan dan evaluasi data serta budaya kampus yang inklusif.
intinya kesetaraan gender ini tidak cukup hanya terlihat setara dari jumlah mahasiswa harus ada perubahan sistem kebijakan dan budaya tanpa itu bias akan tetap ada meskipun Tidak selalu terlihat jelas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....