Fakta Dibalik Cangkang Kura-kura
- 02 Mei 2026 13:15 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Kura-kura merupakan hewan reptil dari ordo Testudines yang berciri khas memiliki tempurung keras (karapas di atas, plastron di bawah) sebagai pelindung tubuh. Mereka adalah hewan berdarah dingin (ektoterm) yang bernapas dengan paru-paru dan dikenal berumur panjang. Kura-kura dapat hidup di darat, air tawar, maupun laut, dengan beberapa spesies tergolong omnivora atau herbivora. (Wikipedia)
Anatomi kura-kura adalah salah satu desain tubuh paling aneh di dunia hewan. Tulang rusuk dan tulang belakangnya menyatu dengan cangkang. Jadi, tempurung itu bukan sekadar pelindung, itu kerangka hidup.
Bagian atas (carapace) = tulang rusuk.
Bagian bawah (plastron) = tulang dada.
Bahkan bahu kura-kura ada di dalam sangkar tulang rusuk, sesuatu yang hampir mustahil dimiliki hewan darat lain.
Jika melihat gambar, bagian atas terlihat rancangan kerangka lengkap. Kepala maju, kaki bebas, semua terintegrasi dalam brankas berjalan. Pada gambar bagian tengah, tubuh yang sama ditarik masuk. Kaki, kepala, semua terselip. Pintu bunker tertutup rapat. Ini bukan imut-imut, tapi strategi bertahan hidup berumur 200 juta tahun. Predator dapat mengigit, kura-kura buat bunker.
Kura-kura yang terlihat santai, ngantuk, seolah tidak peduli. Padahal di balik kubah tulang itu ada arsitektur dari Tuhan yang sengaja dibangun bukan untuk lari cepat, tapi untuk bertahan, bahkan melawan kepunahan. Kura-kura tidak hanya melewati era dinosaurus. Mereka juga melewati asteroid yang menghapus setengah kehidupan di Bumi.
Sumber:
Smithsonian: Anatomi Kura-kura
Nature Ecology: Evolusi Desain Tubuh Kura-kura
FossilFriday: Asal-usul Fosil Tempurung
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....