Istilah Harta, Tahta dan Wanita
- 25 Apr 2026 09:01 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Dalam kehidupan manusia, terdapat tiga hal besar yang kerap menjadi ujian sekaligus penentu arah hidup seseorang, yaitu harta, tahta, dan wanita. Ketiganya bukan sekadar bagian dari dinamika dunia, tetapi juga menjadi tolok ukur bagaimana seseorang mampu mengendalikan diri dan menjaga nilai-nilai keimanan. Hal ini disampaikan dalam Kajian Mutiara Pagi Pro 1 RRI Jambi pada 25 April 2026, yang mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi ketiga aspek tersebut.
Ustad Ahmad Toni, S.Kom.I menjelaskan bahwa harta pada hakikatnya adalah karunia dari Allah SWT. Harta bukan semata-mata milik pribadi, melainkan titipan yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dalam ajaran Islam, umat dianjurkan untuk tidak mencintai harta secara berlebihan, melainkan lebih mengutamakan keberkahan dalam cara memperolehnya maupun dalam penggunaannya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa harta tidak akan membawa keberkahan apabila kewajiban terhadapnya tidak ditunaikan. Bagi mereka yang memiliki kelebihan rezeki, terdapat tanggung jawab untuk menunaikan zakat, serta memperbanyak infak dan sedekah kepada sesama. Hal ini menjadi sarana untuk membersihkan harta sekaligus bentuk kepedulian sosial. Dengan demikian, harta yang dimiliki tidak hanya bernilai duniawi, tetapi juga menjadi bekal kebaikan di akhirat.
Selain harta, tahta atau kekuasaan juga menjadi ujian yang tidak kalah berat. Kekuasaan sejatinya adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun di hadapan Allah SWT. Seorang pemimpin dituntut untuk menjalankan tugasnya dengan adil, jujur, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Tahta bersifat sementara, sehingga tidak seharusnya menjadi sumber kesombongan atau keserakahan. Justru, jabatan harus dimaknai sebagai sarana untuk berbuat kebaikan dan memberikan manfaat yang luas. Ketika amanah dijalankan dengan penuh tanggung jawab, maka kekuasaan akan menjadi jalan menuju keberkahan, bukan sebaliknya menjadi sumber kehancuran.
Adapun yang ketiga adalah wanita, yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan, khususnya dalam lingkup keluarga. Dalam Islam, wanita dimuliakan dan dijaga kehormatannya. Oleh karena itu, hubungan dengan wanita harus dilandasi dengan nilai-nilai yang benar, penuh tanggung jawab, serta menjunjung tinggi etika dan moral.
Pada akhirnya, harta, tahta, dan wanita bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan harus disikapi dengan bijak. Ketiganya bisa menjadi jalan menuju kebaikan jika dikelola dengan iman dan ketakwaan, namun juga dapat menjadi sumber keburukan apabila disalahgunakan. Oleh karena itu, setiap individu diharapkan mampu menjaga keseimbangan dalam menjalani kehidupan, dengan selalu menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....