Perjuangan Petani dalam Mempertahankan Hak Atas Tanah dan Kehidupan yang Layak
- 17 Apr 2026 07:27 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Hari Perjuangan Tani Internasional (atau International Day of Peasant’s Struggle) diperingati setiap tanggal 17 April. Peringatan ini merupakan bentuk solidaritas global untuk menghormati perjuangan petani dalam mempertahankan hak atas tanah, pangan, dan kehidupan yang layak.
Sejarah Hari Perjuangan Tani Internasional bermula dari peristiwa tragis di Eldorado do Carajás, Brasil, pada 17 April 1996.
Tragedi Eldorado do Carajás (1996)
Peristiwa ini dipicu oleh aksi damai sekitar 1.500 petani tak bertanah yang tergabung dalam gerakan Movimento dos Trabalhadores Rurais Sem Terra (MST).
Tujuan Aksi : Mereka melakukan perjalanan menuju Belém, ibu kota negara bagian Pará, untuk menuntut reforma agraria dan akses terhadap lahan di ladang Macaxeira yang telah mereka kerjakan.
Pembantaian : Perjalanan mereka dihentikan oleh polisi militer di Eldorado do Carajás. Polisi melepaskan tembakan dan menggunakan kekerasan yang mengakibatkan 19 petani tewas di tempat (beberapa sumber menyebut hingga 21 orang) dan puluhan lainnya luka-luka.
Simbol Global : Kekejaman ini terekam dan memicu kemarahan dunia internasional, menjadikannya simbol perlawanan petani terhadap ketidakadilan.
Penetapan oleh La Via Campesina
Pada tahun yang sama, organisasi petani dunia, La Via Campesina, sedang mengadakan Kongres Internasional pertamanya di Tlaxcala, Meksiko.
Sebagai bentuk solidaritas dan untuk mengenang para martir di Brasil, kongres tersebut menetapkan 17 April sebagai Hari Perjuangan Tani Internasional (International Day of Peasant’s Struggle).
Sejak saat itu, setiap tahunnya jutaan petani di seluruh dunia melakukan aksi serentak untuk menyuarakan hak atas tanah, benih, dan kedaulatan pangan.
Simbol Perlawanan : Peristiwa ini menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan, kriminalisasi, dan penggusuran lahan yang sering dialami kaum tani di seluruh dunia.
Isu Utama yang Disuarakan
Peringatan ini digunakan oleh organisasi tani, seperti Serikat Petani Indonesia (SPI), untuk menyuarakan berbagai isu krusial:
Kedaulatan Pangan : Hak setiap bangsa untuk menentukan sistem pangan dan pertaniannya sendiri.
Reforma Agraria : Perjuangan untuk redistribusi lahan yang adil bagi petani kecil.
Hak Asasi Petani : Menolak kriminalisasi terhadap petani yang mempertahankan ruang hidupnya.
Perlindungan Benih Lokal : Menentang monopoli benih oleh korporasi besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....