Tertawa Menghambat Produksi Hormon Kortisol

  • 14 Apr 2026 07:47 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Tertawa bukan sekadar ekspresi kebahagiaan, melainkan mekanisme alami tubuh untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental. Secara ilmiah, tertawa berfungsi sebagai "obat alami" karena memicu perubahan positif di dalam tubuh.

Berikut adalah kegunaan utama tertawa bagi manusia:

Pereda Stres dan Perbaikan Suasana Hati

Melepas Hormon Endorfin : Otak melepaskan hormon endorfin yang bertindak sebagai penghilang rasa sakit alami dan menciptakan rasa nyaman.

Menurunkan Kortisol : Tertawa membantu menurunkan hormon kortisol (hormon stres), sehingga Anda merasa lebih rileks dan tenang.

Mengatasi Kecemasan : Aktivitas ini dapat membantu mengurangi gejala depresi serta meningkatkan rasa percaya diri dan energi.

Manfaat Fisik bagi Tubuh

Meningkatkan Imunitas : Kebiasaan tertawa secara rutin terbukti memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu melawan infeksi, bahkan sebagai pendamping terapi penyakit serius.

Kesehatan Jantung : Tertawa merangsang sirkulasi darah dan meningkatkan fungsi pembuluh darah, yang baik untuk kesehatan jantung dan paru-paru.

Membakar Kalori : Meski jumlahnya kecil, tertawa selama 15 menit setiap hari dapat membantu membakar sekitar 10-40 kalori melalui kontraksi otot perut.

Menurunkan Gula Darah : Bagi penderita diabetes, emosi positif saat tertawa dapat membantu meningkatkan penggunaan glukosa dalam tubuh.

Fungsi Sosial

Mempererat Ikatan : Tawa adalah alat komunikasi sosial yang efektif untuk membangun keakraban, kasih sayang, dan sinkronisasi emosi dengan orang lain.

Tertawa sangat bermanfaat bagi penderita Diabetes Mellitus (DM) sebagai terapi pendamping (non-farmakologis) untuk membantu mengendalikan kadar gula darah dan mencegah komplikasi.

Berikut adalah manfaat spesifik tertawa bagi penderita DM:

Menurunkan Kadar Gula Darah : Penelitian menunjukkan bahwa tertawa dapat meningkatkan penggunaan glukosa oleh otot tubuh, sehingga kadar gula darah menurun secara signifikan.

Mencegah Lonjakan Gula Setelah Makan : Menonton acara komedi atau melakukan sesi tertawa setelah makan terbukti efektif menghambat kenaikan gula darah postprandial (sesudah makan) pada pasien diabetes tipe 2.

Mengatur Hormon Stres : Tertawa menghambat produksi hormon kortisol dan epinefrin yang biasanya memicu kenaikan gula darah. Sebaliknya, tertawa memicu hormon endorfin yang meningkatkan rasa rileks.

Meningkatkan Sensitivitas Insulin : Emosi positif dari tertawa dapat memperbaiki respons tubuh terhadap insulin, yang sangat penting bagi pengelolaan diabetes jangka panjang.

Mencegah Komplikasi Jantung : Tertawa meningkatkan aliran oksigen dan membantu pelepasan nitric oxide, zat kimia yang melindungi pembuluh darah dan jantung dari kerusakan akibat diabetes.

Memperbaiki Kualitas Tidur : Terapi tertawa yang rutin dapat membantu penderita DM tidur lebih nyenyak, yang secara tidak langsung membantu stabilisasi gula darah.

Terapi tawa dapat dilakukan secara mandiri atau berkelompok melalui metode Yoga Tertawa yang menggabungkan latihan pernapasan dengan tawa buatan hingga menjadi tawa alami. Durasi yang ideal untuk pemula adalah 20–30 menit per sesi.

Berikut adalah langkah-langkah melakukan sesi terapi tawa di rumah:

  1. Persiapan dan Pemanasan Posisi Nyaman: Duduklah bersila di atas matras atau kursi dengan posisi tubuh rileks. Relaksasi Napas: Tarik napas panjang melalui hidung selama 5 detik, lalu hembuskan perlahan melalui mulut. Ulangi sebanyak 3–10 kali. Tepuk Tangan Ritmis: Tepukkan tangan secara serentak sambil mengucapkan suara "Ho-Ho, Ha-Ha-Ha" secara berulang untuk menstimulasi energi.
  2. Latihan Pernapasan Diafragma Lakukan pernapasan dalam dengan menggerakkan diafragma (perut). Hal ini penting untuk menyiapkan paru-paru sebelum melakukan latihan tawa yang lebih intens.
  3. Fase Latihan Tertawa Tawa Buatan: Mulailah dengan tertawa paksa atau pura-pura. Biasanya, tawa buatan ini akan memancing tawa asli saat dilakukan bersama orang lain karena adanya kontak mata. Aktivitas Kreatif: Gunakan bahasa "gibberish" (bahasa tanpa arti) atau gerakan tubuh ringan untuk memecah suasana kaku. Durasi: Usahakan untuk tetap tertawa setidaknya selama 3 menit di setiap tahapan sebelum lanjut ke gerakan berikutnya.
  4. Pendinginan dan Evaluasi Tutup sesi dengan kembali melakukan pernapasan dalam untuk menenangkan sistem saraf. Rasakan perubahan suasana hati dan sensasi rileks pada tubuh Anda.
    Tips Tambahan untuk Penderita Diabetes: Waktu Terbaik: Lakukan sesi terapi tawa setelah makan untuk membantu menekan lonjakan kadar gula darah. Frekuensi: Lakukan setidaknya 2-3 kali seminggu secara rutin untuk hasil yang signifikan terhadap kontrol glikemik.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....