Mengenal Perbedaan antara El Nino dan La Nina
- 06 Apr 2026 22:19 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - El Niño dan La Niña adalah dua fase berlawanan dari satu pola iklim besar yang disebut El Niño–Southern Oscillation (ENSO), yang memengaruhi cuaca dan iklim secara global, termasuk di Indonesia.
El Niño adalah fase pemanasan abnormal di permukaan laut Samudra Pasifik bagian timur sampai tengah, yang mengganggu pola angin pasat dan sirkulasi lautan–atmosfer. Akibatnya, awan cenderung lebih banyak terbentuk di tengah Pasifik, sementara Indonesia dan sebagian Asia Tenggara sering mengalami musim kemarau yang lebih panjang dan curah hujan yang lebih rendah.
Sementara itu, La Niña adalah fase sebaliknya: suhu permukaan laut Pasifik timur menjadi lebih dingin dari normal karena angin pasat yang lebih kuat mendorong air hangat ke arah barat. Di Indonesia, La Niña biasanya berhubungan dengan musim hujan yang lebih panjang dan curah hujan yang lebih tinggi, sehingga risiko banjir dan tanah longsor bisa meningkat
Siklus dan durasi, El Niño dan La Niña muncul secara alami, rata‑rata setiap 2–7 tahun dan berlangsung sekitar 9–12 bulan, kadang lebih panjang pada La Niña. Karena Indonesia sangat sensitif terhadap ENSO, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan sistem peringatan dini iklim memantau kedua fase ini untuk memperkirakan pola hujan dan risiko bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....