Kenali Sebab dari Hujan Es yang Sering Terjadi
- 04 Apr 2026 19:37 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Hujan es disebabkan oleh kondensasi uap air yang ekstrem di dalam awan Cumulonimbus (Cb) yang menjulang tinggi (mencapai ketinggian 15-18 km). Fenomena ini terjadi saat arus udara naik (updraft) yang kuat membawa uap air ke lapisan atmosfer dengan suhu di bawah titik beku, membentuk kristal es yang kemudian jatuh karena terlalu berat. (BMKG)
Penyebab utama dari hujan es, kondisi atmosfer labil memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb), di mana suhu puncak awan sangat dingin hingga di bawah -60°C. Faktor pendukung termasuk suhu permukaan rendah, kelembaban tinggi, dan lapisan pembekuan yang berada di ketinggian rendah.
Sementara berdasarkan proses pembentukannya, butiran air diangkat oleh updraft kuat ke bagian atas awan, membeku menjadi kristal es, lalu tumbuh besar saat naik-turun berulang karena bertemu tetesan air super dingin. Butiran es yang cukup besar akhirnya jatuh tanpa mencair sepenuhnya jika suhu bawah awan mendukung.
Ada pula faktor pendukung lainnya, atmosfer tidak stabil dengan angin kencang dan hujan deras, pemanasan lokal cepat di siang hari yang membentuk awan tinggi. Perubahan iklim yang meningkatkan variabilitas cuaca di daerah tropis seperti Indonesia dan fenomena ini sering menyertai badai petir dan lebih mungkin.
Sementara Hujan es di Indonesia yang sering terjadi di wilayah dataran tinggi atau lereng gunung akibat awan Cumulonimbus (Cb) pada musim pancaroba. Daerah yang kerap terdampak meliputi Jawa Barat (Cimahi, Bekasi, Bogor, Sukabumi), DIY (Sleman), Jawa Tengah (Magelang, Wonosobo/Dieng), Jawa Timur (Trenggalek, Surabaya, Ponorogo), serta wilayah Sumatra (Kerinci, Aceh).
Sedankan Fenomena ini seringkali berlangsung singkat saat siang atau sore hari dengan butiran es berukuran kelereng. Berikut adalah rincian daerah yang pernah dan sering dilanda hujan es.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....