Keutamaan Berbakti Kepada Orangtua yang Diajarkan sejak Dini
- 23 Mar 2026 23:34 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Berbakti kepada orang tua adalah salah satu amal paling agung dalam Islam dan menjadi jalan besar menuju ridha Allah serta keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Banyak ayat dan hadits menjelaskan bahwa bakti kepada orang tua menempati urutan sangat tinggi setelah tauhid kepada Allah.
Kedudukan yang sangat utama
Berbakti kepada orang tua termasuk amal yang paling utama setelah shalat pada waktunya, bahkan didahulukan dari jihad sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abdullah bin Mas’ud. Orang tua disebut sebagai salah satu “pintu surga” bagi anak; siapa yang menjaganya dengan berbakti, maka ia telah menjaga pintu surganya.
Jalan menuju ridha Allah, Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah terkait dengan murka orang tua, sehingga berbakti kepada keduanya menjadi sebab besar mendapatkan rahmat Allah. Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) disebut sebagai jalan yang haq untuk menggapai ridha Allah, karena melalui merekalah seorang anak diuji ketaatan dan kerendahan hatinya.
Sebab luasnya rezeki dan panjang umur
Terdapat hadits yang menyebutkan bahwa siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan dilapangkan rezekinya hendaklah ia berbakti kepada orang tuanya dan menyambung silaturahim. Keberkahan rezeki di sini tidak hanya berupa materi, namun juga ketenangan hati, kesehatan, dan kemudahan dalam urusan hidup.
Penghapus dosa dan sebab diampuni
Berbakti kepada orang tua disebut sebagai salah satu amal yang dapat menghapus dosa-dosa seorang hamba, selama tidak melakukan kesyirikan kepada Allah. Doa tulus anak yang berbakti, termasuk doa memohonkan ampunan untuk orang tua, menjadi sebab kebaikan yang terus mengalir bagi kedua orang tua dan bagi sang anak sendiri.
Pahala berlanjut meski orang tua wafat
Bakti tidak berhenti ketika orang tua meninggal; mendoakan, menyambung silaturahim kepada sahabat-sahabat mereka, dan melaksanakan wasiat yang baik termasuk bentuk birrul walidain setelah wafat. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan anak dan orang tua dalam Islam bersifat mulia dan terus terhubung dengan pahala yang berkelanjutan. Jika diinginkan, penjelasan berikutnya bisa membahas contoh konkret cara berbakti kepada orang tua dalam kehidupan sehari-hari (sikap, ucapan, dan bantuan materi
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....