Sakit di Penghujung Ramadhan ternyata Memiliki Makna Mendalam

  • 16 Mar 2026 23:48 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Sakit di 10 hari terakhir Ramadhan adalah ujian sekaligus bentuk kasih sayang Allah untuk menggugurkan dosa dan mengangkat derajat. Dalam ajaran Islam, sakit di akhir Ramadan sering dianggap memiliki makna spiritual mendalam, seperti ujian iman, penghapus dosa, dan pengingat nikmat kesehatan. Pandangan ini didasarkan pada penjelasan ulama seperti Kiai Abdul Fatah al Hafidz dan Syekh Ali Jaber, yang menyebutnya sebagai rahmat jika dijalani dengan sabar.

Beberapa hikmah ketika sakit di sepuluh hari terakhir Ramadhan yang disarikan dari berbagai sumber terpercaya dapat dilihat sebagai berikut:

1. Penghapus Dosa: Sakit yang ditanggung dengan sabar bisa menggugurkan dosa, mirip hadis tentang penderitaan kecil yang membersihkan kesalahan.

2. Pengingat Kesehatan: Menjadi pelajaran untuk bersyukur atas nikmat sehat dan lebih menjaga tubuh setelah sembuh.

3. Ujian Pahala Besar: Semakin banyak halangan di akhir Ramadan, semakin tinggi pahala kesabaran, terutama saat doa lebih khusyuk.

Bagi anda yang merasakan sakit di sepuluh hari terakhir Ramadhan tentu harus bisa menghadapi dengan sabar. Sakit sering muncul karena akumulasi aktivitas puasa yang padat, tapi dianjurkan tetap beribadah secukupnya, berdoa, dan istirahat. Ulama menekankan bahwa Allah tetap mencatat pahala meski fisik lemah. Semoga cepat sembuh dan menjadi amal jariyah menjelang Idul Fitri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....