Memberikan Pemahaman Anak Terhadap Golongan Tidak Wajib Puasa

  • 12 Mar 2026 00:40 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Puasa (shaum/shiyam) merupakan ibadah menahan diri dari makan, minum, hubungan suami istri, dan hal-hal yang membatalkan, mulai dari terbit fajar (subuh) hingga terbenam matahari (maghrib) dengan niat karena Allah.

Dalam fikih, yang tidak diwajibkan atau dilarang berpuasa itu beberapa golongan berikut, dengan konsekuensi yang berbeda-beda.

Disarikan dari beberapa sumber terpercaya, gambaran golongan yang tidak wajib untuk berpuasa digambarkan sebagai berikut:

1. Golongan yang tidak wajib puasa

-Anak kecil yang belum baligh, belum ada kewajiban puasa sampai baligh.

-Orang gila / tidak berakal sehat (ODGJ), tidak ada kewajiban puasa dan tidak ada qadha.

-Orang yang sangat tua renta yang sudah tidak mampu puasa, boleh tidak puasa dan mengganti dengan fidyah (memberi makan fakir miskin).

2. Golongan yang haram berpuasa saat itu

-Perempuan yang sedang haid.

-Perempuan yang sedang nifas.

-Mereka haram berpuasa saat darah keluar, tetapi wajib mengqadha puasa Ramadhan setelah suci.

3. Golongan yang boleh tidak puasa (harus diganti)

-Orang sakit yang masih ada harapan sembuh, boleh tidak puasa dan wajib qadha di hari lain.

-Musafir (safar jauh) yang memerlukan keringanan, boleh tidak puasa dan wajib qadha.

-Ibu hamil dan menyusui yang khawatir pada diri atau bayinya, boleh tidak puasa dan kemudian qadha dan/atau fidyah sesuai kemampuan dan mazhab yang diikuti.

Pada dasarnya, bagi pekerja sangat berat yang jika puasa membahayakan jiwa, diberi keringanan untuk berbuka dan mengganti di hari lain, atau fidyah jika terus-menerus tidak mampu. Orang sakit menahun yang kecil harapan sembuh (misalnya harus cuci darah terus-menerus), boleh tidak puasa dan diganti fidyah setiap hari yang ditinggalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....