Kopi dari Jambi ada Arabika Robusta serta Liberika

  • 11 Mar 2026 08:19 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Hari Kopi Nasional di Indonesia diperingati setiap tanggal 11 Maret.

Peringatan ini berbeda dengan hari perayaan kopi lainnya di tingkat global. Berikut adalah rincian perbedaannya :

Hari Kopi Nasional (Indonesia) : 11 Maret dicanangkan pertama kali pada tahun 2018 oleh Dewan Kopi Indonesia (Dekopi) di Jakarta.

Tujuan utamanya adalah meningkatkan produktivitas kopi lokal, memajukan industri kopi nusantara, serta mengapresiasi para petani kopi Indonesia.

Sering dirayakan dengan berbagai acara seperti bagi-bagi kopi gratis, pameran kopi, dan diskusi industri oleh pakar serta pemerintah. Peringatan ini menjadi momentum untuk menghargai warisan kopi Indonesia yang beragam dari Sabang hingga Merauke.

Kopi Jambi terkenal dengan keberagaman jenisnya, terutama Liberika (Tanjab Barat/Timur), Arabika, Robusta (Kerinci), dan Arabika dan Robusta (Merangin).

Kopi Arabika Jangkat merupakan salah satu varietas kopi unggulan dari dataran tinggi Kabupaten Merangin, Jambi, yang tumbuh di wilayah Kecamatan Jangkat. Meski daerah Jangkat lebih dikenal luas dengan produksi kopi Robustanya yang pernah meraih predikat terbaik di Indonesia, wilayah ini juga memiliki potensi besar dalam menghasilkan kopi Arabika berkualitas tinggi melalui perkebunan rakyat.

Berikut adalah detail mengenai Kopi Arabika Jangkat :

Karakteristik dan Profil Rasa Menurut informasi umum mengenai kopi Arabika di Indonesia yang relevan dengan kondisi dataran tinggi seperti Jangkat:

Profil Rasa: Arabika cenderung memiliki rasa yang lebih lembut dan kompleks dengan tingkat keasaman (acidity) yang lebih tinggi dibandingkan Robusta.

Aroma : Memiliki aroma yang kaya, seringkali menyerupai buah-buahan (fruity), bunga (floral), atau cokelat.

Kandungan Kafein : Lebih rendah, berkisar antara 1,2% hingga 1,5%, sehingga sering dianggap lebih aman bagi lambung. Kopi Robusta Jangkat adalah varietas kopi unggulan dari dataran tinggi Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Jambi, yang telah diakui sebagai salah satu Robusta terbaik di Indonesia. Kopi ini dikenal memiliki aroma yang tajam, tekstur kental (bold body), dan rasa yang kuat dengan karakter khas lokal.

Karakteristik dan Keunggulan menurut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, kopi ini tumbuh di dataran tinggi Merangin, yang memberikan profil rasa unik dibanding robusta dari daerah lain.

Profil Rasa: Memiliki rasa pahit yang pekat dan bold, sangat minim keasaman, serta sering kali memiliki nuansa nutty atau cokelat.

Prestasi: Pernah meraih predikat Kopi Robusta Terbaik di Indonesia pada ajang SCAI (Specialty Coffee Association of Indonesia) di Bali tahun 2018 dan Bandung tahun 2019.

Kandungan: Memiliki kadar kafein yang lebih tinggi, sehingga cocok untuk campuran espresso, kopi susu, atau kopi tubruk tradisional.

Kopi Arabika Kerinci adalah kopi specialty unggulan dari Provinsi Jambi yang tumbuh di ketinggian 1.400–1.700 mdpl di sekitar kaki Gunung Kerinci. Kopi ini dinobatkan sebagai kopi specialty Indonesia terbaik pada tahun 2017 karena kompleksitas rasanya yang unik.

Karakteristik Utama

Profil Rasa: Memiliki rasa buah yang kuat (fruity), tingkat keasaman yang segar seperti jeruk atau anggur, serta sensasi manis di akhir (aftertaste).

Aroma: Didominasi oleh aroma floral, rempah-rempah, dan terkadang muncul nuansa teh hitam atau madu tergantung proses pengolahannya.

Tekstur (Body): Cenderung memiliki body yang tebal dan halus di lidah.

Varietas : Umumnya menggunakan varietas Andung Sari dan Sigarar Utang.

Wilayah Tanam & Pengolahan

Lokasi : Terpusat di dataran tinggi Kayu Aro dan wilayah Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci.

Proses : Tersedia dalam berbagai metode pengolahan seperti Washed, Honey, dan Natural yang memberikan dimensi rasa berbeda-beda.

Kualitas : Memiliki skor specialty di atas 84, yang menunjukkan mutu dan keragaman genetik yang terjaga dengan baik.

Kopi Robusta Kerinci adalah kopi premium dari dataran tinggi Jambi yang memiliki karakter kuat (bold), aroma earthy yang khas, dengan sentuhan chocolatey dan manis (sweetness) yang tahan lama. Sering diproses dengan metode natural atau anaerobik, kopi ini menghasilkan cita rasa unik seperti blackcurrant dan cocok untuk espresso atau kopi susu.

Berikut adalah poin-poin utama mengenai Kopi Robusta Kerinci:

Karakteristik Rasa: Body kuat, aroma earthy, dengan aftertaste manis dan sedikit cokelat. Beberapa varian memiliki aroma blackcurrant yang kuat dan rasa buah yang segar.

Kualitas : Diproses dengan natural process dan sering kali merupakan Fine Robusta (petik merah) yang dipanen dari pegunungan Kerinci. Profil Sangrai (Roasting): Umumnya di-roast pada tingkat Medium-Dark untuk menonjolkan body dan rasa cokelatnya.

Penggunaan : Sangat cocok untuk kopi tubruk, campuran kopi susu, atau espresso karena rasanya yang berani.

Produk : Tersedia dalam bentuk roasted beans (biji sangrai) maupun bubuk, sering dijual dengan kemasan khusus (one-way valve) untuk menjaga kesegaran.

Kopi ini merupakan salah satu komoditas unggulan dari Sumatera yang menawarkan rasa autentik kopi pegunungan yang tebal dan kaya rasa.

Kopi Liberika Tungkal (Tungkal Kombusit) adalah kopi spesialti unggulan dari Kecamatan Betara, Tanjung Jabung Barat, Jambi, yang tumbuh di lahan gambut. Kopi ini memiliki aroma unik, perpaduan rasa nangka, herbal, dan bittersweet. Kopi ini memiliki sertifikat Indikasi Geografis (IG), sering diproses secara natural, dan memiliki kafein lebih rendah dari Arabika/Robusta.

Karakteristik Kopi Liberika Tungkal :

Profil Rasa : Cenderung manis, herbal, rubbery (khas liberika), dan memiliki keasaman yang seimbang.

Bentuk Biji : Lebih besar dibanding kopi Arabika dan Robusta.

Asal : Ditanam di lahan gambut dataran rendah, terutama di daerah Betara, Kuala Tungkal, Jambi.

Keunikan : Mendapat sertifikat Indikasi Geografis (IG) karena kualitas dan cita rasa yang khas.

Olahan : Sering disajikan sebagai specialty grade dengan proses Olah Basah Kopi Peram (OBKP) atau Olah Basah Kopi Madu (OBKM).

Rekomendasi Berita