Menyimak Harga Emas saat Perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat

  • 06 Mar 2026 11:01 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Harga emas saat ini mengalami volatilitas tinggi di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. Setelah sempat melonjak tajam menyentuh level US$5.384,52 per troy ounce pada awal pekan (2 Maret 2026) akibat serangan militer terhadap Iran, harga mulai menunjukkan pergerakan yang lebih stabil namun tetap di level yang sangat tinggi. Eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat telah memicu lonjakan signifikan pada harga emas global dan domestik karena statusnya sebagai aset aman (safe haven).

Berikut adalah poin-poin utama dampak perang tersebut terhadap harga emas :

Lonjakan Harga Global: Harga emas dunia terpantau berada di kisaran US 6.000 atau bahkan US$ 6.300 pada akhir tahun 2026 menurut analisis CNBC.

Rekor Harga Antam: Di Indonesia, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencetak rekor tertinggi, melonjak hingga Rp50.000 dalam sehari.

Harga emas per gram telah menembus angka Rp2,9 juta hingga Rp3 juta.

Beberapa laporan bahkan menyebutkan harga di Pegadaian sempat menyentuh Rp3,3 juta per gram. Analis memprediksi harga emas Antam berpotensi terus naik menuju kisaran Rp3,15 juta hingga Rp3,2 juta per gram jika eskalasi berlanjut.

Penyebab Kenaikan :

Permintaan Aset Aman: Investor berbondong-bondong mengamankan kekayaan mereka ke instrumen emas untuk menghindari risiko ketidakpastian pasar keuangan global.

Kekhawatiran Inflasi: Perang memicu kekhawatiran kenaikan harga energi (minyak mentah), yang pada gilirannya mendorong inflasi dan membuat emas semakin menarik sebagai pelindung nilai. Sentimen Geopolitik: Serangan langsung dari pihak-pihak yang terlibat menciptakan kepanikan pasar yang secara historis selalu menguntungkan aset logam mulia.

Berdasarkan situasi terkini per 6 Maret 2026, eskalasi perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat diperkirakan akan menjaga harga emas tetap dalam tren penguatan jangka panjang meskipun terdapat volatilitas harian.

Berikut adalah rincian prediksi harga emas selama konflik berlangsung:

  1. Prediksi Harga Emas Global
    Target Jangka Pendek : Analis di PT Traze Andalan Futures memproyeksikan harga emas dunia dapat segera menyentuh level US$ 5.500 per troy ons dalam waktu dekat jika ketegangan tidak mereda.
    Target Akhir Tahun 2026 : JP Morgan memberikan prediksi optimis bahwa harga emas global bisa mencapai US$ 6.300 per troy ons pada akhir 2026 sebagai dampak kumulatif dari ketidakpastian geopolitik dan permintaan aset aman.
    Skenario Ekstrem: Jika konflik meluas hingga mengganggu jalur perdagangan utama seperti Selat Hormuz, beberapa analis memperkirakan harga bisa menembus US$ 6.000 lebih cepat dari perkiraan semula.
  2. Prediksi Harga Emas Antam (Domestik)
    Target Terdekat: Harga emas Antam diprediksi akan bergerak di kisaran Rp 3,2 juta hingga Rp 3,4 juta per gram.
    Faktor Pendorong Lokal: Kenaikan harga domestik tidak hanya dipicu oleh harga global, tetapi juga pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang sering terjadi saat konflik besar pecah.
  3. Analisis Dinamika Harga

    Volatilitas Tinggi: Meskipun tren utama naik, harga tetap rentan terhadap koreksi teknis. Sebagai contoh, pada pagi hari ini (6 Maret 2026), harga sempat terkoreksi lebih dari 1% setelah mencapai puncaknya, dipicu oleh penguatan Dolar AS yang bersifat sementara.

    Sentimen Geopolitik: Selama belum ada gencatan senjata yang permanen, setiap serangan baru atau ancaman terhadap infrastruktur minyak akan langsung memicu lonjakan harga emas karena investor mencari perlindungan nilai (hedging).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....