Lamang Tapai "pabukoan" legendaris dari Minangkabau
- 05 Mar 2026 10:38 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Berbuka puasa dengan Lamang Tapai adalah tradisi "pabukoan" yang sangat ikonik dan legendaris bagi masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat. Hidangan ini merupakan perpaduan harmonis antara rasa gurih dan manis yang menyegarkan setelah seharian berpuasa.
Karakteristik Lamang Tapai.
Lamang (Lemang): Beras ketan putih yang dimasak dengan santan di dalam batang bambu yang dilapisi daun pisang, kemudian dibakar secara tradisional. Proses pembakaran ini memberikan aroma khas yang menggugah selera. Tapai (Tape): Terbuat dari ketan hitam yang difermentasi dengan ragi, menghasilkan rasa asam-manis yang kuat dan sedikit berair.
Cara Penyajian: Lamang diiris bulat-bulat, lalu disiram dengan tapai ketan hitam di atasnya atau dimakan secara bersamaan sebagai pelengkap.
Mengapa Menjadi Primadona saat Ramadan menu Wajib Takjil: Bagi banyak orang Padang, Ramadan terasa kurang lengkap tanpa kehadiran lamang tapai sebagai menu pembuka atau pencuci mulut.
Keseimbangan Rasa: Rasa gurih dari santan pada lamang berpadu sempurna dengan rasa manis-asam dari tapai, memberikan energi instan bagi tubuh.
Kandungan Nutrisi : Secara tradisional, proses fermentasi pada tapai dan pembakaran alami pada lamang dianggap memiliki manfaat kesehatan, seperti penguat sistem imun dan anti-kolesterol.
Kuliner Musiman: Meskipun tersedia di hari biasa, permintaan lamang tapai meningkat drastis selama bulan Ramadan di berbagai pasar pabukoan (pasar takjil) seperti Pasar Raya Padang. Informasi Terkait Lainnya.
Filosofi : Lamang tapai bukan sekadar makanan, tapi juga memiliki makna kebersamaan dan identitas budaya bagi masyarakat Minang.
Harga : Di pasar tradisional Padang, satu porsi lamang tapai biasanya dijual dengan harga yang sangat terjangkau, berkisar mulai dari 10 ribu rupiah.
Sebagian masyarakat Minang merasa bahwa lamang tidak lengkap jika tidak dikonsumsi bersama tapai dari segi rasa. Mereka menyamakan lamang dan tapai dengan seorang pria dan seorang wanita. Pria tanpa wanita atau sebaliknya dianggap tidak sempurna seperti lamang tanpa tapai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....