Cegah Penyakit,Disnak Sarolangun Gencarkan Vaksinasi

  • 26 Feb 2026 10:02 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID.Jambi - Menghadapi Ramadhan sekaligus potensi perubahan cuaca ekstrem, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sarolangun menggencarkan program vaksinasi ternak ruminansia, khususnya terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Septicaemia Epizootica (SE).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan), Kesmavet dan P2PH, Deden, mengatakan dua penyakit tersebut menjadi prioritas karena berdampak besar terhadap produktivitas dan ekonomi peternak.

“Untuk PMK, kami masih menunggu distribusi vaksin dari Kementerian Pertanian melalui Dinas Peternakan Provinsi Jambi. Tahap awal kami mendapat alokasi 1.000 dosis dan ditargetkan bisa selesai dalam satu hingga dua bulan,” ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026.

Sementara itu, vaksinasi SE menjadi perhatian khusus karena penyakit tersebut sudah tergolong endemis di Sarolangun. Dibandingkan PMK yang tingkat penyebarannya cepat namun angka kematiannya relatif rendah, SE justru memiliki risiko kematian lebih tinggi dan dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan.

“SE ini yang paling kita waspadai. Penyebarannya cepat dan angka kematiannya tinggi. Kalau sudah terjangkit, dampaknya besar bagi peternak,” jelasnya.

Meski hingga awal tahun belum ditemukan kasus baru, perubahan cuaca dari musim hujan ke musim kemarau menjadi faktor risiko yang perlu diantisipasi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan stres pada ternak, menurunkan daya tahan tubuh, dan mempermudah masuknya penyakit.

Deden juga mengakui bahwa tantangan vaksinasi di Sarolangun cukup kompleks karena sebagian besar peternak masih menerapkan sistem pemeliharaan tradisional. Ternak kerap dilepasliarkan pada siang hari dan baru kembali ke kandang pada malam hari, sehingga penjadwalan vaksinasi harus disesuaikan dengan aktivitas peternak.

“Kami harus menyesuaikan jadwal, terutama saat peternak sedang musim tanam dan ternaknya tidak dilepasliarkan. Pencegahan tentu lebih menguntungkan dibanding pengobatan,” tegasnya.

Ia pun mengimbau peternak untuk rutin melakukan vaksinasi dan segera melaporkan jika menemukan gejala penyakit pada ternak. Upaya kolaboratif antara pemerintah dan peternak dinilai menjadi kunci menjaga kesehatan hewan sekaligus menjamin ketersediaan daging yang aman bagi masyarakat di Ramadhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....