Kebutuhan Meningkat,Disnak Sarolangun Perketat Pengawasan Lalin Ternak
- 26 Feb 2026 09:55 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Meningkatnya kebutuhan daging pada bulan suci Ramadhan hingga jelang lebaran turut berdampak pada tingginya lalu lintas ternak di Kabupaten Sarolangun. Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sarolangun guna mencegah masuk dan menyebarnya penyakit hewan strategis yang berpotensi merugikan peternak.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan), Kesmavet dan P2PH, drh.Deden Kusnandar mengatakan selain mengandalkan pasokan ternak lokal, Sarolangun juga mendatangkan ternak dari luar daerah untuk memenuhi lonjakan permintaan masyarakat.
“Karena kebutuhan meningkat, tentu ada lalu lintas ternak dari luar kabupaten maupun luar provinsi. Ini yang harus kita awasi bersama agar ternak yang masuk benar-benar sehat dan sudah memiliki surat keterangan kesehatan hewan,” ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026..
Menurutnya, terdapat tiga penyakit strategis yang menjadi kewaspadaan utama, yakni Septicaemia Epizootica (SE), Penyakit Ngorok, dan Jembrana. Ketiga penyakit tersebut dapat menimbulkan kerugian ekonomi cukup besar karena penyebarannya cepat dan tingkat kematian yang tinggi.
Sebagai langkah antisipasi, dinas mewajibkan pedagang atau peternak yang memasukkan ternak dari luar daerah untuk menggunakan aplikasi lalu lintas ternak. Melalui sistem tersebut, riwayat kesehatan dan vaksinasi ternak dapat dipantau sebelum hewan masuk ke wilayah Sarolangun.
“Kita ingin memastikan ternak yang masuk sudah diperiksa di daerah asal dan memiliki riwayat vaksinasi yang jelas. Ini penting untuk melindungi peternak lokal,” tegasnya.
Pengawasan di lapangan juga diperkuat melalui empat Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang tersebar di beberapa kecamatan dengan populasi ternak tinggi. Petugas rutin melakukan pemeriksaan serta siap merespons laporan jika ditemukan ternak sakit.
Deden juga mengimbau peternak untuk tidak langsung mencampurkan ternak baru dengan ternak lama. Ia menyarankan masa karantina minimal 14 hari guna memastikan kondisi kesehatan hewan sebelum digabungkan.
“Kalau ternak sehat dicampur dengan yang sakit, tentu akan merugikan. Pencegahan jauh lebih menguntungkan dibanding pengobatan,” katanya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, pedagang, dan peternak dapat menjaga stabilitas pasokan daging sekaligus mencegah potensi wabah penyakit ternak di Ramadhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....