Kue Muso Menu Favorit Berbuka Puasa

  • 18 Feb 2026 09:02 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kue Muso adalah kue basah tradisional yang berasal dari Jambi. Camilan ini sangat populer, terutama sebagai menu favorit berbuka puasa selama bulan Ramadan.

Karakteristik & Bahan Utama

Kue ini memiliki tampilan unik yang menyerupai mangkuk kecil dengan dua lapisan tekstur yang kontras:

Kulit Luar: Berwarna cokelat gelap dengan tekstur kenyal. Terbuat dari campuran tepung ketan, tepung terigu, cokelat bubuk, dan minyak.

Isian Tengah: Berwarna hijau cerah dengan tekstur lembut dan legit seperti srikaya. Terbuat dari santan, telur, gula pasir, dan jus pandan sebagai pewangi alami.

Cara Pembuatan Singkat

Membuat Kulit: Campur tepung ketan, terigu, cokelat bubuk, gula, dan air hangat hingga kalis.

Membentuk: Pipihkan adonan kulit dalam cetakan kecil hingga membentuk mangkuk.

Mengisi: Tuangkan adonan isian (srikaya pandan) ke dalam "mangkuk" cokelat tersebut.

Mengukus: Kukus selama kurang lebih 15 menit hingga matang dan isian mengeras.

Kue Muso memberikan perpaduan rasa manis, gurih dari santan, serta aroma pandan yang khas.

Kue muso adalah penganan tradisional khas Jambi yang sudah ada sejak lama dan menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan kuliner masyarakat setempat.

Berikut adalah poin-poin utama mengenai sejarah dan karakteristiknya:

Asal-usul: Kue ini merupakan kudapan tradisional masyarakat Jambi, khususnya populer di wilayah Seberang Kota Jambi. Nama "Muso" sendiri diyakini merujuk pada bentuknya yang menyerupai mangkuk atau wadah kecil.

Tradisi Ramadhan: Secara historis, kue muso identik dengan bulan suci Ramadhan. Masyarakat Jambi menjadikannya sebagai menu takjil atau berbuka puasa yang sangat digemari karena rasa manis dan teksturnya yang lembut.

Karakteristik Unik: Kue ini memiliki tampilan visual yang khas: bagian luar (pinggirannya) berwarna cokelat berbahan dasar tepung ketan dan cokelat bubuk, sementara bagian tengahnya berisi srikaya berwarna hijau pandan. Teksturnya merupakan perpaduan antara kenyal di bagian luar dan lembut/legit di bagian dalam.

Warisan Budaya: Meskipun belum ditemukan catatan tahun spesifik kemunculannya, kue muso dianggap sebagai warisan rasa yang diturunkan secara antargenerasi dan sering muncul dalam berbagai acara adat atau perayaan lokal di Jambi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....