Takjil Berbuka Puasa dari Jambi, Kue Padamaran
- 18 Feb 2026 09:16 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Kue Padamaran adalah salah satu kue basah tradisional khas Jambi yang sangat populer, terutama saat bulan Ramadhan sebagai takjil berbuka puasa. Kue ini berwarna hijau, bertekstur lembut (mirip bubur sumsum), dan memiliki rasa manis gurih yang khas dari perpaduan santan dan gula aren.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai Kue Padamaran Jambi:
Kekhasan Wadah: Kue ini unik karena dikukus dan disajikan dalam wadah daun pisang berbentuk perahu persegi panjang yang disebut takir.
Bahan Dasar: Terbuat dari tepung beras, santan kental, garam, dan air perasan daun suji/pandan yang memberikan aroma harum dan warna hijau alami.
Isian Gula Aren: Di bagian bawah takir daun pisang, biasanya diberi potongan gula aren (gula merah) atau gula pasir, yang akan mencair saat dikukus, memberikan rasa legit.
Tekstur dan Rasa: Teksturnya sangat lembut dan padat, dengan aroma pandan yang kuat. Rasanya gurih santan di atas dan manis cair di bagian bawah.
Cara Pembuatan: Adonan tepung beras, santan, dan air pandan diaduk rata dan disaring, lalu dituang ke dalam takir yang sudah dialasi gula aren, kemudian dikukus selama kurang lebih 20-25 menit.
Kue Padamaran sangat mudah ditemui di pasar tradisional Jambi, khususnya saat bulan puasa.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai sejarah dan fakta Kue Padamaran Jambi:
Simbol Kemewahan: Dulu, kue ini hanya disajikan di kalangan bangsawan atau acara penting, namun kini menjadi camilan khas yang populer, terutama saat bulan Ramadhan.
Filosofi: Rasa manis dan tekstur lembut melambangkan kebahagiaan dan kelembutan. Warna hijau dari daun suji melambangkan kesegaran, sedangkan warna putih santan melambangkan kesucian.
Bahan Utama: Kue ini dibuat dari campuran tepung beras, santan, garam, dan air perasan daun suji/pandan, dengan gula merah yang diletakkan di dasar takir daun pisang.
Budaya Lokal: Kue ini sudah ada sejak lama di Jambi dan sering dihidangkan sebagai takjil atau dalam acara-acara adat.
Keunikan: Keunikan utamanya terletak pada teknik penyajian menggunakan takir (daun pisang yang dibentuk perahu) yang memberikan aroma khas.
Meskipun zaman telah modern, Kue Padamaran masih populer di Jambi sebagai takjil Ramadhan maupun sebagai makanan tradisional yang melengkapi acara syukuran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....