Instrumen Gitar Populer karena Fleksibel
- 11 Feb 2026 09:30 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Gitar adalah alat musik berdawai yang umumnya memiliki enam senar, dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari atau plektrum (pick). Terdiri dari bagian bodi, leher (neck), dan kepala (headstock), gitar terbuat dari kayu atau material modern. Terbagi menjadi jenis akustik dan elektrik, gitar menjadi instrumen utama dalam berbagai genre musik seperti pop, rock, dan blues.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai alat musik gitar:
Jenis-jenis Gitar:
Gitar Akustik: Memiliki bodi berlubang (hollow body) yang menghasilkan suara alami. Terdiri dari gitar senar nilon (klasik) dan gitar senar baja.
Gitar Elektrik: Mengandalkan amplifier untuk mengeraskan suara dan menggunakan pickup elektronik. Populer dengan bodi padat (solid body).
Gitar Bass: Alat musik berbeda dengan empat senar, memiliki suara lebih rendah, dan digunakan untuk ritme.
Bagian Utama Gitar:
Kepala (Headstock): Tempat tuning machine untuk mengatur ketegangan senar.
Leher (Neck/Fretboard): Tempat menekan senar untuk menghasilkan nada berbeda.
Bodi (Body): Bagian utama yang berfungsi resonansi pada akustik atau penopang pickup pada elektrik.
Cara Bermain: Senar dipetik dengan jari (fingerstyle) atau menggunakan pick. Teknik yang umum adalah memainkan akor (kunci) atau melodi.
Sejarah Singkat: Berasal dari Spanyol pada abad ke-16, berkembang dari guitarra latina dan vihuela. Gitar klasik modern didesain oleh Antonio Torres Jurado pada akhir abad ke-19.
Gitar merupakan salah satu instrumen paling populer di dunia karena fleksibilitasnya dalam berbagai jenis musik.
Gitar memiliki sejarah panjang yang berakar dari alat musik petik kuno seperti oud (Persia) dan lute sejak 3000-1500 SM. Gitar modern berkembang di Spanyol pada abad ke-16, disempurnakan menjadi enam senar oleh Antonio Torres Jurado pada abad ke-19, dan bertransformasi menjadi gitar elektrik pada tahun 1930-an, menjadikannya salah satu instrumen paling ikonik di dunia saat ini.
1. Era Kuno (3000 SM - Abad Pertengahan)
Asal-usul: Instrumen petik serupa gitar ditemukan pada relief batu di Asia Tengah dan lukisan Mesir Kuno sekitar 3000 SM.
Oud & Lute: Bangsa Moor membawa oud (alat musik Arab) ke Spanyol pada abad ke-8, yang kemudian berkembang menjadi lute dan berbagai alat musik petik Eropa lainnya.
2. Evolusi di Spanyol (Abad ke-16 - ke-19)
Vihuela: Pada abad ke-15/16, vihuela (instrumen berbadan meruncing) menjadi populer di Spanyol sebagai cikal bakal gitar.
Gitar Empat-Lima Senar: Gitar awal dengan 4-5 senar mulai dikenal dan digunakan untuk musik rakyat.
Gitar Enam Senar (Modern): Pada pertengahan 1750-an hingga 1800-an, gitar enam senar standar mulai menggantikan gitar lama.
3. Antonio Torres dan Gitar Klasik (Abad ke-19)
Bapak Gitar Modern: Antonio de Torres Jurado (Spanyol) merancang gitar dengan bodi yang lebih besar, papan suara tipis, dan bracing radial pada 1850-an. Desain ini menjadi dasar gitar klasik modern.
Inovasi: Pasak penyetelan logam menggantikan kayu, dan fret logam mulai digunakan menggantikan ikat.
4. Era Modern dan Gitar Elektrik (Abad ke-20)
Gitar Listrik: Pada tahun 1932, Adolph Rickenbacker dan George Beauchamp menciptakan gitar elektrik komersial pertama, dijuluki "Frying Pan", untuk memenuhi kebutuhan volume di musik jazz dan band Hawaii.
Material: Senar nilon diperkenalkan pada tahun 1946, menggantikan usus hewan, memberikan suara lebih baik.
Perkembangan: Gitar elektrik berkembang pesat dengan tokoh seperti Leo Fender, mendominasi musik Rock & Roll, Blues, dan Pop.
5. Gitar di Indonesia
Gitar diperkenalkan di Indonesia oleh Portugis pada abad ke-17, yang membawanya masuk bersamaan dengan pengaruh budaya Eropa.
Gitar telah berevolusi dari alat musik rakyat tradisional menjadi instrumen serbaguna yang hadir dalam berbagai jenis, termasuk akustik, klasik, dan listrik, menjadikannya instrumen paling populer secara global.
Gitar termahal di dunia yang pernah terjual dalam pelelangan saat ini adalah Martin D-18E tahun 1959 milik Kurt Cobain yang laku seharga USD 6,01 juta (sekitar Rp85 miliar - Rp90 miliar) pada tahun 2020. Gitar ini menjadi sangat berharga karena digunakan dalam penampilan legendaris Nirvana "MTV Unplugged" tahun 1993.
Berikut adalah daftar gitar dengan harga penjualan tertinggi di dunia:
Gitar Listrik & Akustik Termahal
Martin D-18E (Kurt Cobain): Instrumen ini memegang rekor sebagai gitar termahal yang pernah dijual di lelang. Pembelinya adalah Peter Freedman, pendiri Rode Microphones.
Fender Stratocaster "Blackie" (Eric Clapton): Pernah menjadi salah satu yang termahal dengan harga mencapai lebih dari Rp60 miliar atau USD 3,975 juta.
Fender Mustang (Kurt Cobain): Gitar kidal berwarna biru yang digunakan dalam video musik "Smells Like Teen Spirit" terjual seharga USD 4,5 juta (sekitar Rp67 miliar).
Gibson J-160E (John Lennon): Gitar akustik-elektrik milik anggota The Beatles ini terjual seharga USD 2,4 juta hingga USD 2,9 juta (sekitar Rp43 miliar - Rp47 miliar) dalam pelelangan yang berbeda.
Washburn 22 Series Hawk (Bob Marley): Salah satu dari sedikit gitar yang dimiliki oleh legenda reggae ini pernah ditaksir memiliki nilai sekitar 26 miliar rupiah.
Faktor yang Menentukan Harga
Harga fantastis ini biasanya tidak didasarkan pada spesifikasi teknis semata, melainkan:
Sejarah Musik: Digunakan dalam momen ikonik atau rekaman album legendaris.
Kepemilikan: Pernah dimiliki oleh musisi besar dunia seperti Kurt Cobain, John Lennon, atau Eric Clapton.
Kelangkaan: Model khusus atau gitar yang dibuat secara kustom (custom) yang hanya diproduksi dalam jumlah sangat terbatas.
Gitar terbaik untuk pemula biasanya adalah gitar yang memiliki kualitas konstruksi yang stabil, jarak senar yang nyaman di jari (action), serta harga yang terjangkau. Untuk pemula, Yamaha F310 sering dianggap sebagai standar terbaik karena daya tahannya yang luar biasa dan kenyamanan saat dimainkan.
Berikut adalah beberapa rekomendasi gitar terbaik untuk pemula berdasarkan jenisnya:
Gitar Akustik (Senar Baja)
Jenis ini populer untuk memainkan lagu-lagu pop dan rock.
Yamaha F310: Sering dijuluki sebagai "raja gitar budget", gitar ini direkomendasikan karena suaranya jernih, bodinya nyaman, dan sangat awet untuk latihan harian.
Cort AF510: Terpilih sebagai salah satu gitar pemula terbaik 2025 oleh majalah musik karena menghasilkan tone yang hangat dan ringan saat dimainkan.
Epiphone DR-100: Pilihan klasik dengan bodi dreadnought yang memberikan suara seimbang dan neck yang ramping, memudahkan pemula menekan kunci.
Fender CD-60S: Menawarkan nilai tinggi dengan material kayu solid top yang memberikan kualitas suara lebih profesional di rentang harga pemula.
Gitar Klasik (Senar Nilon)
Sangat direkomendasikan untuk pemula yang ingin meminimalisir rasa sakit pada ujung jari saat baru belajar.
Yamaha C315: Standar untuk sekolah musik, menggunakan senar nilon yang lembut dan bodi yang kokoh.
Yamaha GL-1 (Guitalele): Gitar mini berukuran 1/4 yang sangat ringan dan mudah dikendalikan oleh pemula dengan tangan kecil atau anak-anak.
Gitar Elektrik
Gitar elektrik memiliki senar yang lebih empuk dan neck yang lebih tipis dibandingkan gitar akustik, sehingga lebih mudah ditekan.
Squier Stratocaster Hardtail: Versi terjangkau dari Fender, sangat ikonik dan serbaguna untuk berbagai genre musik.
Yamaha Pacifica 112V: Dikenal memiliki kualitas build yang jauh melampaui harganya dan sangat stabil untuk latihan jangka panjang.
Ibanez GIO GRX70QA: Pilihan tepat untuk pemula yang menyukai genre musik lebih keras seperti rock atau metal karena performanya yang cepat.
Pilihan Lokal (Budget Terjangkau)
Untuk anggaran di bawah Rp1.000.000, beberapa merek lokal Indonesia menawarkan kualitas yang kompetitif untuk pemula:
JR Sanjaya (Seri Patrol 01): Gitar lokal yang diproses dengan mesin komputerisasi (CNC) sehingga lebih presisi dan nyaman di jari.
Mandalika (De Ticco Series): Merek lokal yang populer di toko online dengan paket lengkap untuk pemula.
Rixton: Alternatif gitar akustik terjangkau yang sering direkomendasikan di platform belanja lokal. (berbagai sumber)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....