Tokoh Dokter Wanita Inspiratif Indonesia Marie Thomas
- 03 Feb 2026 09:53 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Dokter wanita memiliki peran krusial dalam dunia medis, mulai dari pelopor sejarah hingga pengabdian di pelosok negeri.
Tokoh Dokter Wanita Inspiratif Indonesia
Marie Thomas: Dokter perempuan pertama di Indonesia yang lulus dari STOVIA pada tahun 1922 dan merupakan spesialis pertama dalam bidang kebidanan dan kandungan.
Hasri Ainun Habibie: Sosok dokter yang sangat berdedikasi dalam bidang kesehatan, khususnya bagi penyandang tunanetra.
dr. Amira Abdat: Satu-satunya dokter spesialis kandungan di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, yang dikenal karena pengabdiannya di wilayah terpencil.
Fakta Menarik & Peran
Dominasi Tenaga Medis: Sebanyak 77% tenaga medis di Indonesia adalah perempuan, yang mencakup posisi dokter umum, ahli gizi, dokter spesialis anak, perawat, hingga bidan.
Spesialisasi Kewanitaan: Dokter spesialis Ginekologi adalah ahli yang secara khusus menangani masalah reproduksi wanita, seperti siklus menstruasi, keputihan, hingga kehamilan.
Pelopor Estetika: Di bidang kecantikan, tokoh seperti dr. Tan Yuanita Agustina diakui sebagai trendsetter dalam inovasi estetika medis di Indonesia.
Jika Anda ingin mencari jadwal praktik atau berkonsultasi secara daring, Anda dapat menggunakan platform seperti Alodokter atau Halodoc.
Apakah Anda sedang mencari dokter spesialis tertentu atau ingin tahu lebih banyak tentang sejarah kedokteran wanita di Indonesia?
Marie E. Thomas (1896-1966), dokter perempuan pertama di Hindia Belanda (wilayah sebelum Indonesia merdeka) yang hari kelahirannya 17 Februari 1896.
Dia adalah perempuan Minahasa yang sekolah kedokteran di STOVIA Batavia, kawin dengan orang Minang, menetap di Bukittinggi dan mendirikan sekolah kebidanan pertama di Sumatra di Bukittinggi. Marie E Thomas lahir di Likoepang, Hindia Belanda (sekarang Likupang di Minahasa Utara, Sulawesi Utara) pada 17 Februari 1896. Ia meninggal dalam usia 70 tahun di Bukittinggi, 29 Oktober 1966. Marie anak dari ayah seorang tantara bernama Adriaan Thomas (1861-1925) dan ibu bernama Nicolina Maramis (meninggal pada 30 Juli 1934).
Marie menikah dengan Mohammad Joesoef (1898-1958), seorang dokter STOVIA, orang Minang yang berasal dari Solok. Mereka menikah pada 16 Maret 1929 dan memiliki seorang putri dan seorang putra.
Marie memiliki seorang saudara laki-laki dan hidup sebagai putri seorang tentara profesional dalam keluarga Kristen Protestan. Karena karier militer ayahnya, keluarganya tinggal di berbagai tempat di Nusantara. Marie sering harus pindah sekolah.
Ketika sekolah dokter STOVIA (School Tot Opleiding Van Indische Artsen) di Batavia (Jakarta) dibuka untuk perempuan pada 1912, Marie langsung mendaftarkan diri atas dorongan apoteker Charlotte Jacobs.
Waktu itu mahasiswa laki-laki masuk STOVIA secara gratis, sedangkan mahasiswa perempuan harus membayar. Karena itu beberapa perempuan Belanda, termasuk Charlotte Jacobs, menyiapkan dana studi. Berkat dana studi tersebut, Marie dapat belajar di STOVIA.
Awalnya Marie adalah satu-satunya mahasiswa perempuan di hampir 200 mahasiswa laki-laki. Baru dua tahun kemudian seorang mahasiswa perempuan lainnya masuk, bernama Anna Warouw, juga dari Minahasa.
Marie dan Anna menjadi teman dan disebut "si kembar". Marie juga bertemu Mohammad Yoesoef dari Sumatera. Mereka menjadi mahasiswa bersamaan beberapa tahun dan lulus pada waktu yang sama.
Dokter Perempuan Pertama
Marie lulus di STOVIA pada 1922 setelah kuliah selama 10 tahun. Ketika lulus, dia dihormati dan dipuji. Bahkan surat kabar Belanda, “Rotterdamsche Nieuwsblad” memberitakan dengan menyebutnya "perintis".
Setelah lulus, Marie bekerja sebagai pegawai pemerintah di Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (CBZ), rumah sakit pusat dan besar di Batavia (sekarang Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo).
Setelah bertugas singkat di Medan dan Manado, dia kembali ke Batavia. Sebagai asisten Nicolaas J.A.F. Boerma, spesialisasinya di bidang kebidanan, sehingga dia bisa dianggap sebagai dokter kandungan pertama di Indonesia. Pada pengumuman pernikahannya dia menyebut dirinya "asisten kebidanan".
Marie mengundurkan diri dari CBZ beberapa hari sebelum pernikahannya pada 16 Maret 1929. Ia menikah pada usia 33 tahun dengan Yoesoef yang dikenalnya bertahun-tahun selama kuliah di STOVIA. Kedua pasangan ini berbeda latar budaya dan agama. Marie seorang Kristen dan orang Manado. Sedangkan Yoesoef adalah Islam dan orang Minangkabau. Tidak ada catatan terkait solusi perkawinan beda agama ini.
Namun setelah menikah, Marie Thomas pindah ke Padang (Sumatra Barat). Pasangan ini memiliki dua anak: Sonya dan Eri.
Pada tahun 1931, Marie Thomas diberhentikan dengan hormat dari DVG (Dienst Volksgezondheid atau Pelayanan Kesehatan Masyarakat). Setahun kemudian pasangan ini kembali ke Batavia).Beli vitamin dan suplemen
Di Batavia Marie bergabung dengan pengurus Persatoean-Minahasa (United Minahasa). Partai politik yang cukup nasionalis ini didirikan pada 1927 dan mendukung Indonesia federal yang menjamin identitas dan otonomi Minahasa.
Setelah tiga tahun, Marie meninggalkan partai tersebut ketika ia dan suaminya pindah ke Bukittinggi (saat itu masih bernama Fort de Kock). Di Bukittinggi ia bekerja di rumah sakit dan juga membuka praktik swasta.
Marie salah satu dokter pertama yang menangani pengendalian kelahiran dengan IUD (alat kontrasepsi untuk menunda atau mencegah kehamilan). Bersama asistennya dia mengunjungi kampung-kampung untuk membantu orang-orang yang tidak memiliki biaya untuk berobat ke dokter atau rumah sakit.
Pada 1940, ia menjadi bendahara Ikatan Dokter Indonesia di Sumatra Barat selama setahun. Ia bekerja sebagai dokter selama pendudukan Jepang dan persiapan kemerdekaan.
Di Bukittinggi ia mendirikan sekolah kebidanan sekitar tahun 1950. Sekolah kebidanan tersebut pertama di Sumatra dan kedua di Indonesia. Dia juga mengajar di sana sendiri dengan menitikberatkan pada disiplin dan kebersihan.
Ketika pemberontakan rakyat Sumatra Barat melawan Jakarta atau PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) sekitar tahun 1958, hanya Marie dan suaminya, Mohammad Joesoef, dokter yang tinggal di rumah sakit. Yang lainnya bertempur melawan tentara pemerintah. Untuk sementara dia dan suaminya juga bertindak sebagai pengelola manajemen di rumah sakit.
Marie terus bekerja sebagai dokter di Bukittinggi hingga meninggal mendadak karena pendarahan otak pada 29 Oktober 1966 dalam usia 70 tahun. Sedangkan suaminya, Joesoef, meninggal lebih dulu pada 1958.
Marie Thomas adalah figur penting dalam sejarah medis Indonesia sebagai dokter perempuan pertama yang lulus dari Sekolah Pendidikan Dokter Hindia pada tahun 1922. Dalam perjalanan kariernya, ia menghadapi berbagai tantangan dalam pendidikan medisnya, tetapi dengan ketekunan dan tekadnya, ia berhasil mengubah pandangan masyarakat terhadap peran perempuan dalam profesi medis.
Marie Thomas, sebagai satu-satunya murid perempuan di antara murid laki-laki di STOVIA, menunjukkan dedikasinya untuk meraih kesuksesan dalam bidang kedokteran. Meskipun menghadapi stereotip gender, keterbatasan akses, dan diskriminasi, ia berhasil mengatasi rintangan tersebut dan mencapai gelar Indische Arts (Dokter Hindia).
Warisannya sebagai dokter perempuan pertama di Indonesia dan kontribusinya dalam bidang medis akan selalu dihormati. Dr. Marie Thomas merupakan inspirasi bagi generasi dokter perempuan berikutnya dan membuka jalan bagi kesetaraan gender dalam profesi medis di Indonesia. Karya dan dedikasinya akan terus dihargai sebagai bagian yang penting dari sejarah medis di Indonesia.
Dalam kontribusinya pada bidang kedokteran, Marie Thomas berperan sebagai pelopor dokter perempuan di Indonesia. Prestasinya yang gemilang membuahkan hasil, dan akhirnya ia menikah dengan Mohammad Joesoef, seorang dokter. Pada tanggal 16 Maret 1929, mereka menetap di Padang, Sumatera Barat.
Di sana, Marie Thomas menjabat sebagai Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Selama hidupnya, Marie Thomas sangat dikenal sebagai dokter yang murah hati, yang selalu melayani para
pasiennya tanpa adanya biaya atau tidak dibayar. Ia wafat pada tahun 1966 saat usianya 70 tahun. (berbagai sumber)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....