Kabut Asap Berbahaya bagi Kesehatan

  • 16 Sep 2026 14:21 WIB
  •  Jambi
Poin Utama
  • Kabut asap tersebut mengandung partikel halus beracun
  • Zat yang terkandung dalam kabut asap bersifat iritatif dan bisa membuat paru-paru meradang.
  • Bayi, anak-anak, ibu hamil, penderita penyakit kronis dan lansia adalah kelompok paling rentan terhadap efek kabut asap.

RRI.CO.Id, Jambi - Efek kabut asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau sangatlah berbahaya bagi kesehatan. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan asma, gangguan pernapasan, bahkan serangan jantung. Kabut asap tersebut mengandung partikel halus beracun seperti PM 2.5, karbon monoksida (CO), dan nitrogen dioksida yang dapat menembus jauh ke dalam saluran pernapasan.

Selain kebakaran hutan, kabut asap juga dapat disebabkan oleh asap pabrik dan kendaraan bermotor. Asap tersebut mengandung berbagai gas berbahaya, seperti karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), sulfur oksida (SO2), senyawa organik volatil (VOC), dan ozon.

Maka, sebaiknya tetap waspada terhadap bahaya kabut asap yang dapat terjadi. Berikut ini adalah beberapa efek kabut asap bagi kesehatan:

1. Meningkatkan risiko terjadinya gangguan paru-paru

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa efek kabut asap dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan paru-paru, seperti infeksi saluran pernapasan dan emfisema.

Selain itu, efek kabut asap juga dapat memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Hal ini karena zat yang terkandung dalam kabut asap bersifat iritatif dan bisa membuat paru-paru meradang.

2. Menyebabkan batuk dan iritasi tenggorokan

Dalam jangka pendek, efek kabut asap dapat membuat seseorang mengalami batuk dan iritasi tenggorokan. Umumnya, keluhan ini berlangsung selama beberapa jam, tetapi bisa semakin parah jika paparan kabut asap terjadi terus-menerus dalam jangka panjang.

3. Meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung

Berbagai partikel yang ada dalam kabut asap dapat memengaruhi fungsi jantung. Dalam jangka pendek, kabut asap dapat menyebabkan hipertensi dan stroke, sedangkan dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan penumpukan plak pada pembuluh darah atau (arteriosklerosis).

Hal ini diduga berkaitan dengan proses peradangan yang muncul karena paparan partikel berbahaya di dalam kabut asap.

4. Menyebabkan iritasi mata

Efek kabut asap juga dapat menyebabkan iritasi mata. Hal ini karena adanya debu dan zat iritatif yang terkandung di dalam kabut asap. Oleh karena itu, sediakan obat tetes mata dan jangan lupa gunakan kacamata saat beraktivitas di luar rumah, terutama saat berada di lingkungan dengan banyak kabut asap.

5. Meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru

Kabut asap juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker paru-paru, meski Anda bukan perokok aktif. Hal ini karena kabut asap mengandung banyak partikel yang bersifat karsinogen atau bisa menyebabkan kanker.

6. Menimbulkan iritasi dan peradangan kulit

Tidak hanya gangguan pada organ dalam, efek kabut asap juga dapat menimbulkan iritasi dan peradangan pada jaringan kulit. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kabut asap dapat meningkatkan risiko terjadinya penuaan dini, jerawat, kanker kulit, serta memperburuk gejala eksim dan psoriasis.

Perlu disadari bahwa efek buruk kabut asap dapat berbeda-beda pada setiap individu. Bayi, anak-anak, ibu hamil, penderita penyakit kronis dan lansia adalah kelompok paling rentan terhadap efek kabut asap.

Karenanya, batasi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap melanda. Jika harus beraktivitas di ruang terbuka, usahakan untuk tidak berlama-lama serta pakailah masker yang menutupi mulut dan hidung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....