Teknologi Proliga Perbenihan Bawang Putih
- 12 Mei 2026 14:24 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi – Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Jambi terus mendorong upaya kemandirian pangan nasional, khususnya komoditas bawang putih. Melalui teknologi Proliga (Produksi Lipat Ganda), pemerintah berupaya menekan ketergantungan impor yang saat ini masih mendominasi hingga 90 persen kebutuhan nasional.
Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) Ahli Madya BBRMP Jambi, Dr. Desi Hernita, SP., MP, menjelaskan bahwa kunci utama keberhasilan swasembada bawang putih terletak pada kualitas benih dan penerapan teknologi budidaya yang tepat.
“Kami terus mendorong penggunaan benih unggul bersertifikat untuk memastikan hasil panen yang bermutu. Program Proliga ini dirancang agar produktivitas petani bisa meningkat dua kali lipat dari potensi varietas yang ada,” ujar Dr. Desi.
Untuk wilayah Provinsi Jambi, Kabupaten Kerinci menjadi sentra utama pengembangan bawang putih karena karakteristik wilayah dataran tingginya yang sangat mendukung. Beberapa varietas unggul yang dikembangkan di antaranya adalah Jangkiria Adro dan Lumbuh Hijau.
Dr. Desi menekankan, pemilihan benih tidak boleh sembarangan. Benih yang baik harus melalui proses sortir yang ketat dan memiliki sertifikat resmi dari Balai Sertifikasi Benih Tanaman dan Hortikultura (BSBTH). Selain benih, faktor penentu lainnya adalah:
- Pengolahan Lahan: Pengaturan pH tanah (pengapuran/dolomit) yang dilakukan minimal 3-4 minggu sebelum tanam.
- Pemupukan: Penggunaan pupuk organik (kandang) yang tidak boleh dilakukan bersamaan dengan kapur untuk menjaga efektivitas reaksi tanah.
- Manajemen Jarak Tanam: Disesuaikan dengan ukuran siung benih untuk mengoptimalkan populasi tanaman.
Menanggapi kendala ketergantungan impor, Dr. Desi menyatakan optimisme bahwa bawang putih lokal Indonesia, khususnya dari Jambi, memiliki keunggulan kompetitif dibanding bawang putih impor, yakni aromanya yang lebih harum dan kuat.
“Kita memiliki sumber daya lahan dan SDM yang mumpuni. Dengan teknologi Proliga dan komitmen petani untuk menanam varietas unggul, kita yakin dapat menekan angka impor dan mencapai swasembada bawang putih secara nasional,” pungkasnya.
Pihak BBRMP Jambi juga menegaskan akan terus mendampingi petani, mulai dari masa vegetatif hingga pascapanen, termasuk pendampingan dalam masa dormansi benih selama 3-4 bulan agar bibit yang dihasilkan benar-benar siap untuk musim tanam berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....