Hugelkultur: Teknik Pertanian Masa Depan yang Ramah Lingkungan dan Hemat Biaya
- 07 Mei 2026 11:17 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi – Di tengah tantangan perubahan iklim dan mahalnya biaya operasional pertanian, teknik budidaya Hugelkultur muncul sebagai solusi pertanian berkelanjutan yang inovatif. Teknik yang berasal dari Jerman ini kini mulai diperkenalkan di Jambi sebagai cara cerdas mengelola lahan tanpa harus bergantung pada pupuk kimia.
Penyuluh Pertanian dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Jambi, Fahri Novaldi, S. Tr. P, menjelaskan bahwa Hugelkultur pada dasarnya adalah seni meniru ekosistem hutan.
"Konsepnya bukan sekadar menanam, tapi membangun ekosistem. Kita sering terjebak dengan membuka lahan lalu membakar sisa tanaman. Dengan Hugelkultur, kita memutus siklus tersebut dan membiarkan alam bekerja kembali," ujar Fahri.
Cara Kerja Hugelkultur
Teknik ini dilakukan dengan membuat gundukan (bedengan) yang di dalamnya ditimbun kayu-kayu tua atau batang pohon yang sudah tidak terpakai. Kayu-kayu ini berfungsi sebagai 'spons' alami yang mampu menyerap air hujan dan melepaskannya secara perlahan saat musim kemarau.
Proses pelapukan kayu di bawah tanah nantinya akan menciptakan rongga udara yang disukai mikroba baik dan cacing tanah, sehingga tanah menjadi lebih subur secara alami tanpa perlu input kimia terus-menerus.
Keunggulan Teknik Ini
- Hemat Air: Kayu di bawah bedengan mampu menyimpan cadangan air.
- Efisiensi Biaya: Mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia karena nutrisi dilepaskan secara perlahan (slow release) dari pelapukan kayu.
- Ramah Lingkungan: Mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar yang sering menjadi penyebab polusi dan kerusakan tanah.
- Produktif di Lahan Sempit: Dengan kemiringan bedengan sekitar 45 derajat, luas permukaan tanam menjadi lebih besar dibandingkan lahan datar.
Fahri menyarankan agar masyarakat tidak ragu mencoba teknik ini di pekarangan rumah masing-masing, meski hanya dimulai dari satu bedengan.
"Jangan lagi melihat kayu bekas sebagai sampah yang harus dibakar. Jadikan itu aset di bawah tanah. Mulailah dari satu bedengan di rumah, rasakan manfaatnya yang hemat air dan pupuk," tutup Fahri.
Bagi masyarakat atau petani yang ingin mempelajari lebih dalam tentang penerapan Hugelkultur, BBRMP Jambi terbuka untuk konsultasi langsung di kantor mereka yang berlokasi di Kota Baru, Jambi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....