Wabup Tebo Soroti Pernikahan Dini Yang Berdampak Stunting
- 29 Okt 2025 22:44 WIB
- Jambi
KBRN, Jambi : Angka stunting di Kabupaten Tebo kembali menunjukkan peningkatan. Berdasarkan hasil evaluasi, faktor ekonomi dan pernikahan usia dini menjadi penyebab utama tingginya kasus stunting di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi, menekankan pentingnya peran seluruh elemen pemerintahan dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting secara terpadu dan berkelanjutan. Ia menilai, penanganan masalah stunting harus berbasis pada data yang akurat, bukan sekadar melihat besaran angka kasus.
“Kita bukan hanya bicara soal berapa banyak warga yang mengalami stunting, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita menangani risiko stunting secara tepat,” ujar Nazar, Kamis (16/10/2025).
Nazar juga menyoroti praktik pernikahan dini yang masih terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Tebo. Menurutnya, pernikahan usia muda menjadi salah satu faktor yang berkontribusi besar terhadap meningkatnya risiko stunting pada anak.
“Banyak anak lahir dari orang tua yang belum siap secara ekonomi maupun pengetahuan gizi. Inilah yang kemudian memperbesar potensi stunting,” jelasnya.
Ia mendorong agar pendataan dan pemantauan dilakukan secara terbuka dan transparan, mulai dari tingkat desa hingga ke Posyandu. Dengan begitu, pemerintah dapat lebih cepat mengidentifikasi wilayah atau kelompok masyarakat yang rentan terhadap stunting.
“Semakin tergambar datanya, semakin baik. Itulah kenapa kami melibatkan semua pihak, hingga ke kader Posyandu,” tambahnya.
Wabup Nazar menegaskan, data yang akurat menjadi kunci utama dalam merancang langkah penanganan dan intervensi gizi yang lebih efektif. Pemerintah Kabupaten Tebo, katanya, akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi menekan angka stunting dan menciptakan generasi yang sehat serta berkualitas.