Sound Horeg Hajatan Begini Tanggapan Pendengar Pro4

  • 29 Jan 2025 21:47 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Suara sound horeg dalam acara hajatan kerap menjadi perbincangan, terutama terkait kenyamanan masyarakat sekitar. Pendapat masyarakat pun beragam, tergantung pada kondisi dan toleransi masing-masing terhadap kebisingan.

Dalam Program Dangdut Nyok Pro4 RRI Jakarta, kami merangkum, tanggapan pengengar:

Wahyu dari Bintaro mengungkapkan bahwa ia merasa biasa saja terhadap suara keras dari hajatan. "Kan bukan tiap hari, jadi saya tidak terlalu mempermasalahkannya," ujarnya.

Berbeda dengan Wahyu, Pak Agust dari Lewiliang, Bogor, mengaku terganggu jika sedang sakit gigi. "Kalau lagi sakit gigi memang sangat mengganggu," katanya.

Sementara itu, Ibu Suriani dari Makassar mengakui bahwa suara bising dari hajatan memang mengganggu, namun ia lebih memilih untuk memakluminya. "Ya ya, suka keganggu, tapi apa boleh buat? Namanya juga tetangga, jadi dibiarin saja," tuturnya.

Di sisi lain, Slamet dari Mimika, Papua, menilai bahwa suara dari pengeras suara dalam hajatan adalah hal yang wajar. "Kalau saya ya biasa aja sih. Biasanya kalau di kampung, denger pengeras audio itu sudah hal lumrah karena sedang bersuka cita, walaupun ada yang mungkin masih terganggu," ujarnya.

Namun, Rizal dari Kebayoran justru memiliki pandangan yang berbeda. Ia merasa sangat terganggu dengan kebisingan dari sound horeg hajatan. "Saya merasa terganggu sekali," katanya singkat.

Dari beragam tanggapan ini, dapat disimpulkan bahwa tingkat toleransi masyarakat terhadap kebisingan hajatan berbeda-beda. Ada yang menerima dengan lapang dada, sementara yang lain merasa terganggu. Oleh karena itu, penting bagi penyelenggara hajatan untuk tetap mempertimbangkan kenyamanan lingkungan sekitar agar tercipta suasana yang harmonis.

Rekomendasi Berita